Tue09022014

Last update08:17:47 PM

Lintas Jabar

214.000 Ribu Kader PKK Dilatih

BANDUNG BARAT – Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang menggenjot program civil society melalui pemberdayaan kader PKK. Tujuannya agar kemampuan dan wawasan mereka bertambah sehingga bisa mengimplementasikan program Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Jawa Barat.

"Program PHBS perlu didukung oleh kader-kader PKK yang kemampuan dan wawasannya memadai. Karena itu kami akan meng-upgrade mereka melalui pelatihan secara langsung daripada seminar yang hasilnya tidak terlalu efektif," kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang beserta istri menghadiri kegiatan bakti sosial pengobatan gratis di Kantor Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kemarin.

Menurut dia, jika program PHBS dilaksanakan dengan prosedur yang benar maka akan menciptakan individu-individu yang sehat. Pada akhirnya program pemerintah dalam bidang kesehatan akan dinyatakan berhasil manakala angka masyarakat yang sakit menurun. Menurut Heryawan, Pemprov Jabar saat ini merancang pemberdayaan ekonomi berbasis lembaga. Ia mencontoh program ini berhasil dilakukan suku asli New Zealand, Maori, yang bisa eksis dan berdaya saing secara ekonomi tidak terpinggirkan.

Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Netty Prasetyani Heryawan menambahkan ada 10 bidang garapan PHBS.Yakni pelayanan ibu bersalin, menimbang bayi sertiap bulan,asi ekslusif,menggunakan air bersih, mencucui tangan, jamban sehat, makan sayur dan buahbuahan, olah raga,memberantas jentik nyamuk, dan tidak merokok di ruangan. Dia mengakui,tidak mudah untuk merealisasikan semua itu, namun dengan niat yang kuat demi menuju masyarakat Jawa Barat sehat semua itu bisa tercapai.

"Total ada 214.000 kader PKK pada 50.000 di Jawa Barat akan kami latih menjadi trainer. Mereka nantinya yang akan mensosialisasikan program ini ke masyarakat di desanya masing-masing," kata Netty seraya menambahkan setiap bulannya akan ada 6 juta warga yang diberikan pemahaman program ini melalui trainer di tingkat desa. (adi haryanto)

Sumber: Harian Seputar Indonesia - Senin, 19 November 2012

AddThis Social Bookmark Button