Mon09012014

Last update08:17:47 PM

Lintas Jabar

RSUD Cileungsi, Rumah Sakit Termegah di Jawa Barat

BOGOR, (PRLM).- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi yang menelan biaya sebesar Rp 71,5 miliar yang berasal dari bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat diresmikan pemakaiannya Kamis (24/5/12) secara bersama-sama oleh Gubernur Ahmad Heryawan dan Bupati Rachmat Yasin. Rumah sakit tipe C tersebut dibangun di atas tanah seluas 3,8 hektar yang diharapkan bisa melayani masyarakat di beberapa kecamatan di wilayah Bogor bagian Timur.

 

Gubernur Ahmad Heryawan dalam sambutannya menyatakan, RSUD Cileungsi ini merupakan RSUD termegah di Jawa Barat, hal tersebut menunjukkan pembangunan rumah sakit saat ini sudah semakin baik. "Ini juga membuktikan bahwa kita sebagai Pemerintah Daerah selalu memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat terutama dalam hal pemeliharaan kesehatan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menghimbau agar semua pihak selalu menjaga keberadaan RSUD ini tetap dapat melayani kesehatan masyarakat dengan baik. "Jaga rumah sakit ini agar tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Rachmat Yasin mengatakan dalam tiga tahun ke depan RSUD Ciluengsi sudah harus berubah menjadi tipe B. "Gedung RSUD Cileungsi ini kita buat untuk tipe B bukan untuk tipe C, tapi karena proses pendirian rumah sakit harus dimulai dari tipe C terlebih dahulu maka saya menargetkan dalam tiga tahun kedepan RSUD Cileungsi ini sudah menjadi tipe B," katanya.

Keberadaan rumah sakit yang berdiri megah yang terletak di Kampung Cipeucang, Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, berdiri di atas lahan seluas 3,8 hektar dengan luas bangunan 7.860 meter persegi.

Rumah sakit tipe C yang pembangunannya didanai dari bantuan keuangan Provinsi Jawa Barat yang dapat melayani penduduk di wilayah Bogor Timur meliputi 6 Kecamatan, 13 UPF Puskesmas dan 75 desa serta meliputi wilayah perbatasan Kabupaten Bekasi, Karawang, Cianjur dan sekitarnya. Untuk tenaga medis di rumah sakit ini, sudah ada sekitar 110 tenaga perawat dan lebih dari 60 dokter. (A-134/A-108)

Sumber: Pikiran Rakyat Online - Kamis, 24 Mei 2012

AddThis Social Bookmark Button