Home Lintas Jabar Lingkungan Hidup BANDUNG BUTUH TREMBESI...
BANDUNG BUTUH TREMBESI... PDF Print E-mail
Sunday, 10 January 2010 15:04
Menyerap Karbon Dioksida Lebih Tinggi
 
Bunga tanjung, kenanga, dan cempaka sengaja ditanam di sisi selatan Gedung Sate adalah agar wangi-wangian tanaman tersebut dapat terhirup oleh pejabat yang berdiam di dalam gedung. Melalui jendela berukuran besar, angin yang bertiup dari selatan membawa wangi-wangian tersebut untuk dinikmati.

Hanya kini, akibat perubahan lingkungan, alasan penanaman pohon tersebut oleh pemerintah Belanda tak lagi dimengerti. Seluruh jendela ditutup karena ruangan di gedung tersebut telah menggunakan pendingin ruangan.

Kemudian, mengapa dulu begitu banyak pohon asam dan kenari yang ditanam Belanda? Alasannya, saat itu masih banyak masyarakat yang kekurangan vitamin C dan biji kenari mengandung protein yang dibutuhkan warga.

Artinya, rencana penanaman pohon ketika itu sengaja disesuaikan dengan kebutuhan warga dan kotanya. Hanya saat ini, rancangan tersebut tak lagi berjalan. Penanaman pohon di Kota Bandung tak lagi menyesuaikan kebutuhan. Bahkan, jenis pohon yang ditanam pun seragam.

Salah seorang pemerhati lingkungan Aryadi mengatakan, penanaman pohon di Kota Bandung harus disesuaikan dengan kebutuhan lokasi penanaman, terutama pada penanaman pohon di ruas-ruas jalan di Kota Bandung. Alasannya, setiap pohon memiliki karakteristik yang berbeda dan sesuai dengan kebutuhan lokasi yang ditanami seperti yang dilakukan pemerintah Belanda dulu.

Aryadi, yang juga seorang dokter tersebut mengungkapkan, terdapat tiga jenis pohon berbeda yang telah ditanam di sekitar Melinda Hospital Bandung, yakni kiengsrot, trembesi, dan mahoni afrika.

**

UNTUK kembang kecrutan atau kiengsrot (Spathodea), ditanam di perempatan Pasirkaliki hingga pertigaan taman Dr. Cipto. Alasannya, pohon tersebut adalah pohon peneduh dan berbunga. Di luar negeri pohon tersebut dikenal dengan nama Africa Tulip Tree.

"Pohon sengaja ditanam agar mata tidak lelah. Pengunjung yang memasuki Kota Bandung pun disuguhi keteduhan dan warna-warni pohon. Demikian pula di sekitar Jln. Dr. Cipto, minimal saat pesawat akan mendarat sudah terlihat warna-warni," ujarnya di Bandung, Sabtu (9/1).

Sementara pohon trembesi ditanam dari Jln. Dr. Cipto, kawasan Melinda Hospital. Trembesi dipilih karena kemampuannya menyerap karbon dioksida lebih tinggi dibandingkan tanaman lain. "Ini akan membantu warga berolah raga di GOR Pajajaran karena udara akan lebih segar," katanya.

Pohon mahoni afrika yang ditanam hingga Jln. Wastukancana, daunnya tidak mudah rontok dan lebih cepat tumbuh. Jadi lebih cepat teduh dan batangnya yang berwarna putih menjadikannya juga indah.

"Seharusnya penanaman pohon di Kota Bandung juga disesuaikan dengan kebutuhan. Saat ini yang dibutuhkan adalah pohon peneduh dan juga memiliki keindahan untuk mewakili Bandung sebagai kota kembang," tuturnya pula.

Ia mencontohkan, untuk ruas jalan yang padat kendaraan, seperti Jln. Soekarno-Hatta, sebaiknya pohon yang ditanam adalah trembesi. Selain menyerap karbon dioksida lebih tinggi, pohon tersebut juga berfungsi sebagai peneduh. (Yulistyne Kasumaningrum/"PR")***

Sumber : Harian Pikiran Rakyat, Minggu, 10 Januari 2010