Home Lintas Jabar Lingkungan Hidup LAHAN SINGGARUNG TERANCAM LONGSOR
LAHAN SINGGARUNG TERANCAM LONGSOR PDF Print E-mail
Monday, 02 March 2009 17:20

Di Sumedang Puluhan KK Masih Terisolasi

Karawang, (PR).-
Masyarakat Kampung Singgarung, Desa Mekar Buana, Kec. Tegalwaru, Kabupaten Karawang, yang tinggal di kaki Gunung Sangga Buana mengkhawatirkan kondisi pegunungan yang lahannya dialihfungsikan menjadi hutan produksi terbatas. Pada beberapa bagian gunung tersebut malah ditanami pohon sejenis umbi-umbian dan pohon pisang sehingga saat musim hujan menjadi rawan longsor.

Menurut Enim (58), salah seorang tokoh masyarakat setempat, Minggu (1/3), beberapa tahun ke belakang banyak warga yang bukan warga desa tersebut membuka lahan di pegunungan. Hal itu disebabkan letak gunung yang berbatasan antara Kab. Karawang, Kab. Purwakarta, dan Kab. Bogor. Lahan tersebut digunakan untuk tempat tinggal dan pertanian.

Bahkan, di puncak gunung terdapat satu hektare lahan yang ditanami ketela pohon. "Kalau sudah begitu, daerah kami akan rawan longsor, terutama pada musim hujan," ujarnya.

Ketika "PR" menyusuri gunung setinggi 1.919 meter itu, tampak pohon pisang di kanan dan kiri jalan setapak. Bahkan, hingga puncak gunung, jumlahnya kian banyak seperti halnya tanaman ketela pohon. Selain ditanami pohon pisang dan ketela pohon, pepohonan di Gunung Sangga Buana juga sering kali ditebangi untuk kayu bakar.

Terisolasi longsor

Sementara itu, di Sumedang, puluhan kepala keluarga (KK) warga Dusun Cilingcing, Desa Gunasari, Kec. Sumedang Selatan, hingga Minggu (1/3), masih terisolasi dari sarana angkutan mobil ataupun sepeda motor.

Adapun bantuan dari Pemkab Sumedang yang diharapkan Pemerintah Desa Gunasari untuk menyambungkan kembali jalan satu-satunya menuju Dusun Cilingcing, yang terputus longsor itu, tak kunjung turun juga.

Seperti diberitakan, satu-satunya jalan untuk lalu lintas kendaraan ke dusun tersebut, Selasa (24/2) lalu, terputus total akibat tergusur longsor. Titik longsor yang memotong ruas jalan sepanjang lebih kurang 15 meter itu, terdapat di sekitar perbatasan antara wilayah Dusun Cilingcing dan Dusun Cibebera.

Kepala Desa Gunasari Nono Saepudin menyebutkan, dusun yang terisolasi longsor itu dihuni oleh lebih kurang enam puluh KK.

"Oleh karena itu, ratusan jiwa dari sekitar enam puluh KK di Dusun Cilingcing, sampai sekarang masih terisolasi dari sarana angkutan kendaraan, termasuk sepeda motor pun belum bisa masuk ke dusun itu," ujar Nono Saepudin saat dihubungi "PR" Minggu (1/3). (A-153/A-91)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Senin 02 Maret 2009
 

Slide


gedungsate.jpg