Home Lintas Jabar Kesehatan GANGGUAN PSIKIATRIS ANCAM SEMUA USIA
GANGGUAN PSIKIATRIS ANCAM SEMUA USIA PDF Print E-mail
Saturday, 29 August 2009 11:31
Bandung, (PR).-
Gangguan psikiatris bisa dialami semua usia, namun risiko paling besar mengalami gangguan tersebut ada pada anak, remaja, dan usia lanjut. Semakin dini usia terkena gangguan, maka semakin berat. Sementara, manifestasi gangguan tersebut muncul pada usia remaja.

"Pada anak dan remaja, mekanisme pertahanan jiwa belum matang karena masih dalam proses perkembangan atau pembentukan. Maka, kemampuan membentengi jiwanya belum kuat. Akibatnya, mudah mengalami berbagai gangguan," ucap Kepala Bagian Psikiatri RSHS Bandung dr. Teddy Hidayat, Sp.KJ., kepada "PR" di RSHS, Jumat (28/8).

Demikian pula pada orangtua atau usia lanjut, menurut Teddy, mekanisme pertahanan jiwanya sudah cenderung kaku, tidak lagi fleksibel sehingga risiko mengalami gangguan jiwa lebih besar. Mekanisme pertahanan jiwa adalah mekanisme yang selalu ada pada setiap manusia untuk mengatasi berbagai permasalahan dari luar.

"Gangguan psikiatris pada anak dan remaja bentuknya macam-macam, namun pada umumnya akan mengganggu proses perkembangan kepribadian. Akibatnya, ditemukan berbagai gangguan kepribadian dan gangguan jiwa yang berat. Semakin dini usia terkena, maka gangguan semakin berat dan biasanya manifetasi dari gangguan tersebut muncul pada usia remaja," katanya.

Teddy mencontohkan, pada gangguan jiwa berat (psikiatri skizofrenia), kebanyakan pertama kali muncul pada usia remaja. Hal itu, karena pada usia tersebut seseorang dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan. Jika tidak bisa memenuhi tuntutan tersebut, anak bisa "jatuh". Sedangkan jika diruntut ke belakang, permasalahan atau gangguan itu dimulai sejak kecil. Jadi prosesnya panjang dan munculnya pada usia remaja," tuturnya. (A-62)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Sabtu 29 Agustus 2009