Home Lintas Jabar Ekonomi Bisnis GUBERNUR DIMINTA BERLAKUKAN IBK
GUBERNUR DIMINTA BERLAKUKAN IBK PDF Print E-mail
Monday, 05 January 2009 10:47

Bandung(Sindo) – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan diminta segera memberlakukan insentif berbasis kinerja (IBK) sebagai salah satu pemacu agar para pejabat dapat menunjukkan prestasi dan meningkatkan kinerja.

Kepala Pusat Penelitian Kebijakan Publik dan Pengembangan Wilayah Universitas Padjadjaran (Unpad) Dede Mariana mengatakan, tenggat waktu enam bulan yang diberikan Gubernur kepada para pejabat eselon II yang baru dilantik untuk menunjukkan prestasi,idealnya dibarengidengan kompensasi berpa IBK. Ini adalah salah satu implementasi punishment and reward.

”IBK atau biasa dikenal sebagai tunjangan kinerja daerah untuk para pejabat struktural eselon II,III,dan IV bisa membuat aparatur pemerintahan bekerja lebih maksimal dan profesional,” ujar Dede. Dia mengatakan, selama ini,tunjangan yang diperoleh pejabat eselon II,III,dan IV tidak berbasis kinerja namun cenderung berdasarkan kegiatan atau proyek semata. Bentuknya bisa berupa honor atau imbalan atas mulusnya kegiatan dan proyek.

”Hal ini membuat kesenjangan penghasilan antarpara pejabat eselon. Akhirnya, muncul tindakan korupsi di lingkungan pemerintahan daerah, melemahnya motivasi, dan menurunnya kinerja yang berujung terabaikannya pelayanan publik” kata Dede. Idealnya,lanjut dia,besaran perolehan pendapatan bersistem IBK berpola flat berdasarkan kinerja. Misalnya, tunjangan kinerja pejabat eselon II Rp2,5 juta per bulan,eselon III Rp2 juta,dan eselon IV Rp1,5 juta.

Di luar itu, tidak dibenarkan mendapat honor atau imbalan lain. Di sisi lain,komponen honor yang selama ini selalu muncul dalam kegiatan atau proyek dialokaskan untuk belanja keperluan publik. Menurut Dede,jika IBK tidak segera direalisasikan, maka sistem lama akan berlaku lagi dibarengi semakin banyaknya kegiatan atau proyek yang mempermudah PNS mendapatkan honor atau imbalan.

”Jadi, saat ini adalah waktu yang tepat bagi gubernur untuk menerapkan IBK. Perbaiki sistem lama secara bertahap tapi pasti,”pungkas Dede. (wisnoe moerti)

 


Sumber: Harian Seputar Indonesia, Senin 05 Januari 2008