Home Lintas Jabar Ekonomi Bisnis BISNIS KAYU LOKAL TAK TERIMBAS KRISIS
BISNIS KAYU LOKAL TAK TERIMBAS KRISIS PDF Print E-mail
Wednesday, 07 January 2009 11:26

Bandung, (PR).-
Bisnis kayu lokal di Jabar akan tetap bertahan dari dampak krisis ekonomi dunia pada 2009, seiring tingginya kebutuhan masyarakat akan kayu lokal baik untuk bahan bangunan maupun bahan baku furnitur dibandingkan dengan pasokan yang ada baik dari hutan negara maupun hutan rakyat.

Kepala Unit III Perum Perhutani Moh. Komarudin, di Bandung, Selasa (6/1), mengatakan, melihat kondisi itu pangsa pasar produk kayu asal Jabar, termasuk Perum Perhutani, tetap menjanjikan. Serapan kayu untuk kebutuhan pasar lokal masih akan menjadi andalan, karena kebutuhan masyarakat tetap tinggi pada tahun ini.

Menurut Komarudin, secara umum transaksi penjualan kayu untuk Perum Perhutani Unit III saja tetap berjalan cukup lancar karena mayoritas untuk pasar lokal, pada awal 2009 transaksinya masih mencapai Rp 1-2 miliar/hari. Sampai akhir tahun 2009, ditargetkan penjualan kayu untuk pasar lokal akan mencapai Rp 380 miliar.

Yeyep Sudrajat dari Dinas Kehutanan Jabar, mengatakan, dari seluruh produk kayu lokal yang ada, jenis jati dan albasia alias sengon, diprediksi akan memperoleh peningkatan pesanan pasar signifikan. Ini disebabkan muncul keragaman dan pergeseran kebutuhan kayu dari para konsumen.

"Kayu jati belakangan ini semakin dilirik kalangan berekonomi kuat, untuk digunakan sebagai bahan lantai (pallet), pelapis dinding, langit-langit, dll. Sementara dari kalangan menengah ke bawah, mereka semakin mencari bahan-bahan dari kayu albasia, sebagai alternatif baru bahan bangunan," katanya.

Disebutkan, melihat situasi ini, perkembangan usaha kayu rakyat, akan lebih hidup dan menjadi salah satu peluang bisnis baru. "Pesanan kayu tetap muncul dari waktu ke waktu," katanya. (A-81) ***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Rabu 07 Desember 2008