Home Lintas Jabar Ekonomi Bisnis PEDAGANG DODOL PROTES PROJEK BINA MARGA PROVINSI
PEDAGANG DODOL PROTES PROJEK BINA MARGA PROVINSI PDF Print E-mail
Friday, 17 July 2009 16:08
Garut, (PR).-
Puluhan pedagang oleh-oleh khas Garut di sepanjang Jln. Raya Oto Iskandar Di Nata, Kec. Tarogong Kaler, Kab. Garut, memprotes penutupan ruas Jalan Oto Iskandar Di Nata terkait projek perbaikan jalan.

Keterangan yang dikumpulkan "PR", Kamis (16/7), kondisi itu menurunkan omzet dagangan mereka secara drastis karena ruas jalan yang menjadi gerbang masuk kawasan wisata Cipanas tidak dapat dilintasi wisatawan.

Salah seorang pemilik PD Gandarasa, Hj. Ade mengatakan, penutupan jalan sudah berlangsung sejak Rabu (15/7). "Saya pikir perbaikan jalan tidak akan menyebabkan ruas jalan ditutup total. Ternyata, jalan ditutup dan kami tidak dapat pembeli," katanya.

Perbaikan ruas jalan tersebut merupakan projek Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat. Diperkirakan, ruas jalan yang diperbaiki sepanjang satu kilometer.

Pemantauan "PR" di lapangan, sejumlah toko di ruas jalan tersebut sepi pembeli. Akibat penutupan ruas jalan tersebut, arus lalu lintas dialihkan ke Jln. Cipanas dan keluar menuju gerbang Cipanas Baru. Sementara kendaraan dari arah Bandung menuju Garut masih bisa melintasi ruas jalan tersebut.

Hj. Ade memperkirakan, omzet penjualan oleh-oleh khas Garut seperti dodol, dorokdok, dan makanan lainnya bisa turun hingga 70 persen.

"Dalam hari yang ramai, kami bisa dapat Rp 3,5 juta-Rp 4 juta/hari. Kemarin saat jalan mulai ditutup, pendapatan kami hanya Rp 500.000,00. Bagaimana mau balik modal, entah kapan jalan ini dibuka lagi," imbuhnya.

Ruas Jln. Raya Otista merupakan pintu utama masuk ke kawasan Garut dari arah Bandung. Selain itu, menjadi gerbang masuk menuju kawasan wisata Cipanas dan ruas jalan utama untuk transit penumpang antarkota dalam provinsi (AKDP).

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kab. Garut Hilman Faridz mengaku, dilakukannya penutupan ruas jalan adalah untuk perbaikan ruas jalan tersebut. "Projek pengerjaan jalan oleh Bina Marga Provinsi Jabar, kami hanya bantu penutupan ruas jalan untuk mendukung proses tersebut," ujarnya. (A-158)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Jum'at 17 Juli 2009
 

Slide


hade4.jpg