Home Lintas Jabar Ekonomi Bisnis STOK PANGAN JELANG NATAL AMAN
STOK PANGAN JELANG NATAL AMAN PDF Print E-mail
Tuesday, 23 December 2008 21:18

Kenaikan Permintaan Mencapai 20-30 Persen

Bandung, Kompas - Stok bahan kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2009 di Provinsi Jawa Barat dijamin aman.Kendati harga sejumlah bahan kebutuhan pokok cenderung naik, hal itu tidak mengganggu pasokan hingga tingkat pengecer.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia Jabar Dadang Suganda mengatakan, sebagian besar komoditas yang harganya naik adalah komoditas agro. "Kenaikannya tidak signifikan, masih dapat ditoleransi. Seperti biasa, saat cuaca buruk dengan curah hujan yang tinggi, transportasi sedikit terganggu. Begitu pula dengan panen," ungkapnya, Senin (22/12) di Bandung.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung, komoditas yang harganya melonjak cukup tinggi adalah cabai merah tanjung, dari Rp 12.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram. Adapun harga wortel dan tomat naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000 per kg.

Menurut Eli (40), pedagang di Pasar Kosambi, harga sayur-sayuran memang cenderung naik sejak memasuki musim hujan. Hal ini terjadi karena terhambatnya distribusi logistik akibat bencana banjir di sejumlah daerah pemasok sayuran, seperti Jawa Tengah.

Namun, Ade Ibrahim (40), tengkulak sayuran di Pasar Induk Caringin, mengatakan, dua minggu terakhir, kondisi mulai membaik. Harga bawang merah stabil pada kisaran Rp 10.000 per kg. "Pasokan dari Brebes (Jateng) sudah normal sekitar tujuh truk per hari. Sebelumnya pernah dua truk per hari," tuturnya. Ritel Sementara itu, menjelang Natal dan Tahun Baru, kenaikan permintaan kebutuhan pokok di sektor ritel diperkirakan 20-30 persen. "Biasanya menjelang Natal merupakan puncak penjualan ritel pada akhir tahun. Secara umum stok komoditas kebutuhan pokok masih mencukupi," ungkap Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Jabar Hendri Hendarta.

Kenaikan penjualan, lanjut Hendri, sama sekali tidak dipengaruhi turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Bahkan, tidak ada tanda-tanda naiknya daya beli masyarakat setelah harga BBM diturunkan. Harga bahan kebutuhan pokok tidak serta-merta turun setelah harga BBM diturunkan pemerintah.

Adapun harga komoditas favorit lain, seperti telur ayam, daging ayam, dan daging sapi, relatif stabil. Untuk beras, harganya stabil tinggi. Asep (27), pedagang beras di Pasar Cihaurgeulis, mengatakan, harga beras rata-rata naik Rp 200 per kg untuk semua jenis. Beras jenis IR-64 sekarang dijual dengan harga Rp 5.000 per kg, jenis ramos Rp 5.500-Rp 5.800 per kg, sedangkan pandanwangi Rp 6.000 per kg.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional III Jabar Agusdin Fariedh menjamin pasokan beras kepada masyarakat tetap lancar. Pihaknya siap menggelar operasi pasar beras apabila kenaikan harga terus terjadi menjelang akhir tahun.

"Stok kami saat ini sekitar 171.200 ton dan cukup untuk 3,9 bulan. Kenaikan harga terjadi akibat berkurangnya suplai karena musim panen sudah lewat. Penurunan harga beras kemungkinan akan terjadi pada Maret atau April 2009 ketika panen raya berlangsung," ungkap Fariedh. (GRE

 


Sumber: Harian Kompas, Selasa 22 Desember 2008