Home Lintas Jabar Ekonomi Bisnis PERBAIKAN REL KA CAPAI 90%
PERBAIKAN REL KA CAPAI 90% PDF Print E-mail
Saturday, 28 February 2009 07:50
Garut, (PR).-
Hingga hari ketiga, perbaikan rel kereta api (KA) yang terseret amblesan tanah penyangga bantalan rel KA setinggi 10 meter di 233+9/6 di Kampung Cikadongdong, Desa Mekarmulya, Kec. Malangbong, Kab. Garut, mencapai 90%. Selepas pemadatan tanah untuk penyangga bantalan rel KA yang diperkuat tanggul berupa tumpukan karung berisi pasir dan batu, rangkaian rel KA yang menggantung sepanjang 80 meter tersebut dipotong dan dipereteli dari bantalan rel dan diganti dengan rel KA yang baru.

Demikian diungkapkan petugas Bagian Maintenance PT KA Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Herman, ketika ditemui di lokasi, Jumat (27/2).

"Seusai pemadatan tanah untuk menyangga bantalan rel KA, kami akan upayakan pemotongan rel KA dan bagian materialnya dipereteli untuk mempermudah evakuasi. Setelah selesai, kami akan ganti dengan rel KA yang baru," katanya.

Akan tetapi, Herman mengakui curah hujan yang terus mengguyur Kampung Cikadongdong, Desa Mekarmulya Kec. Malangbong, Kab. Garut, menghambat proses perbaikan amblesan tanah yang menjadi penyangga menyangga bantalan rel kereta api setinggi 10 meter di 233+9/6.

Jika hujan turun, ucap Herman, pengerjaan pun dihentikan karena para pekerja berteduh dan alat berat pun dihentikan operasionalnya. Padahal, perbaikan jalur selatan KA tersebut ditargetkan selesai pada Sabtu (28/2) sehingga bisa dilalui mulai 1 Maret 2009 mendatang.

Tunjangan

Sementara itu, Kepala Humas PT KA Daop 2 Bandung Bambang Prayitno mengatakan, PT KA akan memberikan tunjangan risiko untuk para pekerja di lingkungan PT KA, yang beban pekerjaan dihadapi mereka mengandung risiko tinggi. Mereka yang akan mendapatkan tunjangan resiko tersebut, mulai dari masinis sampai juru periksa jalan rel kereta.

"Mulai Maret ini, para pekerja yang memiliki risiko tinggi, akan mendapatkan tunjangan khusus, seperti masinis akan menerima tunjangan sekitar Rp 360.000,00/bulan. Lalu, penjaga pintu lintasan, juru rumah sinyal, kondektur, pegawai lintas kereta, juru langsir dan lainnya," kata Bambang.

Pemberian tunjangan tersebut untuk meningkatkan kinerja para pekerja yang masuk dalam kelompok berisiko. (A-158/A-97)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Sabtu 28 Februari 2009
 

Slide


riceterraces.jpg