Fri05182012

Last update10:18:22 AM

Lintas Jabar

PENCAIRAN BOS TERTUNDA

BANDUNG BARAT – Pencairan dana bantuan operasional siswa (BOS) SD dan SMP di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tertunda. Hal ini disebabkan mekanisme yang terlalu panjang dan tidak tepat waktu pengucuran anggaran dari pemerintah pusat. “Sebenarnya bukan hanya di KBB, hampir di semua daerah kondisinya sama (terlambat) setiap triwulannya karena mekanisme yang panjang,anggaran dari pusat ditransfer dulu ke kas daerah,” ujar Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) BOS 2011 Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) KBB Unang Rahmat Hidayat,kemarin. Dia menjelaskan, keterlambatan pencairan dana BOS bukan disebabkan proses di Disdikpora KBB, tapi karena anggaran dari pusat baru masuk ke kas daerah pertengahan Juli 2011. 

Idealnya pencairan triwulan ketiga yaitu Juli-September bisa dilakukan pada bulan kesatu yakni Juli,namun praktiknya pencairan bulan Agustus. Awalnya Disdikpora KBB mengusulkan pencairan dana BOS triwulan ketiga pada 15 Juli, tetapi dana BOS baru masuk ke kas daerah pertengahan Juli. Total dana BOS yang diterima KBB pada triwulan III sebesar Rp22.045.857.750.Perinciannya Rp16.924.407.750 untuk 676 SDN dengan total 170.523 siswa dan Rp5.121.450.000 bagi 62 SMPN dengan jumlah 35.940 siswa.

Sementara untuk sekolah swasta yakni SD umum, SDLB, dan SMPLB mendapat kucuran Rp2,6 miliar lebih. Sementara SMPN Satu Atap (Satap) Lembang, Kecamatan Cililin; dan SMPN Satu Atap Sasakseng di Kecamatan Cipatat, kemungkinan besar mendapat dana BOS pada triwulan ke IV atau Oktober-Desember. Hal itu mengacu surat edaran bersama Mendagri No 900/5106/SJ/2010 dan Mendiknas No 02/12/SEB/2010 pada 28 Desember 2010 di mana perubahan alokasi hanya triwulan IV.

“Jadi, karena sekarang masih triwulan ketiga maka usulan SMP Satap Lembang dan Sasakseng bersama 13 sekolah yang didefinitifkan baru bisa dilakukan paling cepatOktober nanti,” beber Unang. Untuk mengatasi kendala itu, Disdikpora KBB bersama Dinas Pendapatan,Pengelolaan Keuangan,dan Aset Daerah (DPPKAD) KBB berupaya menggunakan dana talangan dari APBD KBB untuk BOS SMPN Satap Lembang dan SMPN Satap Sasakseng.

Jumlah siswa SMPN Satap Lembang, Cililin sebanyak 60 orang menerima dana BOS sebesar Rp8.550.000. Sementara SMPN Satap Sasakseng sebanyak 13 orang menerima Rp2.280.000. “Bisa saja digunakan dana pos talangan APBD kabupaten sebelum nanti diganti ketika alokasi BOS untuk sekolah cair dari pemerintah pusat, namun hal tersebut harus berdasarkan SK bupati atau memakai dana kelebihan pembayaran BOS sebesar Rp56 juta dari SDN Sadang Padalarang yang sudah dikembalikan ke kas daerah pekan lalu,” ujarnya. (adi haryanto)

Sumber: Harian Seputar Indonesia - Sabtu, 23 Juli 2011

AddThis Social Bookmark Button