Home Lintas Jabar Ekonomi Bisnis PEMBEBASAN LAHAN MULAI FEBRUARI
PEMBEBASAN LAHAN MULAI FEBRUARI PDF Print E-mail
Tuesday, 20 January 2009 13:00

Bandara Kertajati

Bandung, Kompas - Pembangunan Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka segera memasuki tahap pembebasan lahan mulai pertengahan Februari. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar untuk ganti rugi lahan seluas 1.800 hektar.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jabar Dodi Cahyadi mengatakan, pembebasan lahan diperkirakan memakan waktu hingga dua tahun. "Pemprov akan segera membentuk tim pembebasan lahan. Selain itu, akan ditentukan pula tim apraisal yang nantinya bertugas menilai harga tanah," ungkapnya di Bandung, Senin (19/1).

Sementara itu, untuk ganti rugi pembebasan lahan proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang akan terhubung ke Bandara Kertajati telah dianggarkan Rp 50 miliar.

Apabila berjalan lancar, ada kemungkinan anggaran pembebasan lahan akan ditambahkan lagi dalam APBD Perubahan 2009. Awalnya, proyek senilai lebih dari Rp 10 triliun itu direncanakan beroperasi pada 2010. Target tersebut dipastikan molor karena proses pembebasan lahan baru dimulai tahun ini.

Ketua Badan Pembangunan dan Pengelolaan Bandara Internasional Jabar Iwan Dermawan Hanafi mengatakan, inti permasalahan dari pembangunan Bandara Kertajati adalah pembebasan lahan. Menurut dia, adanya keinginan Pemprov Jabar untuk segera membebaskan lahan akan mempermudah proses pembangunan selanjutnya.

Saat ini, lanjut Iwan, ada tiga hingga empat investor dari dalam dan luar negeri yang menunggu proses pembebasan lahan. Para calon investor tersebut banyak menanyakan kemajuan proses pembebasan lahan tersebut. Dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2005 tentang Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur disebutkan bahwa kerja sama harus menunggu penyediaan lahan untuk dikerjasamakan.

Saat ini dibutuhkan investasi senilai Rp 1,3 triliun untuk tahap pertama pembangunan bandara yang direncanakan berkelas internasional tersebut. Pembangunan membutuhkan lahan seluas 5.000 hektar, dengan rincian 1.800 hektar untuk bandara dan 3.200 hektar digunakan untuk pembangunan kota baru yang disebut Aero City. (GRE)

 


Sumber: Harian Kompas, Selasa 20 Januari 2009