Home Lintas Jabar Budaya Pariwisata MENTERI DAN GUBERNUR SAMBUT TAHUN BARU DI PUSDAI
MENTERI DAN GUBERNUR SAMBUT TAHUN BARU DI PUSDAI PDF Print E-mail
Friday, 01 January 2010 11:30

Seuasi meresmikan pemancar TVRI di Gedung Merdeka, Memkominfo Tifatul Sembiring memilih menyambut tahun baru 1431 H dan tahun baru 2010 M dengan menghadiri acara muhasabah tahun baru yang digelar sebuah surat kabar harian nasional di Masjid Pusdai Jabar, Kamis 31/12/2009 malam. Hadir dalam acara ini dan menyampaikan tausiahnya antara lain Athian Ali M Dai, Syaiful Islam Mubarak, dan KH. Miftah Faridh.

Di hadapan ribuan peserta muhasabah, menteri menguraikan tentang makna dari hijrah dengan meneladani perjuangan Rasulullah dalam membangkitkan kaum muslimin untuk berhijrah."Kebangkitan suatu bangsa diukur dari semangat kaum itu sendiri, kalau kaum lemah berarti bangsa itu juga tidak ada kebangkitan untuk meraih kemajuan demi kemajuan"tegasnya.

Tidak beberapa lama setelah berjuang menerobos kemacetan Kota Bandung yang dipenuhi warga merayakan tahun baru, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan juga tiba di Pusdai.

Setelah melaksanakan shalat sunnah tahiyatul masjid gubernur langsung diminta panitia untuk memberikan tausiah. Heryawan menyatakan kondisi kekinian ummat Islam, secara kuantitatif ada sekitar 1,5 miliar, dari sekitar 6 milyar penduduk dunia saat ini. Hal ini berarti peluang dakwah masih sangat terbuka luas.

Untuk mengukur kualitas umat Islam tolok ukur yang digunakan adalah masjid. Namun nampaknya masjid di Indonesia secara penuh bahkan tidak mampu menampung jama'ah ketika shalat Jum'at dan Idul Fitri atau Idul Adha, bandingkan kondisi ini masjid dengan shalat Subuh.

“Sebesar apapun masjid kalau Jumatan selalu penuh, giliran sholat Subuh sekecil apapun masjid kalau Subuh sepi jamaah”, imbuhnya.

Lebih lanjut Heryawan menyatakan tidak ada yang istimewa dalam menyambut pergantian tahun, yang istimewa adalah bagi mereka yang mampu mengevaluasi diri kemudian bisa menghadirkan harapan dan semangat baru untuk menghadirkan prestasi-prestasi baru yang lebih gemilang.

Selanjutnya gubernur diminta memimpin sujud syukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan dan berharap Allah memberikan kebaikan pada hari-hari selanjutnya.

Bertepatan dengan 1 Januari 2010 sekitar pukul 01.45 WIB terjadi gerhana bulan. Kemudian para peserta muhasabah juga melaksanakan shalat sunnah gerhana dengan imam dan khotib KH. Miftah Faridh. Dalam khotbahnya Miftah Faridh menyatakan gerhana adalah salah satu tanda-tanda kebesaran Allah jangan dikait-kaitkan dengan nasib seseorang atau bangsa.