Home Lintas Jabar Budaya Pariwisata WISATA GARUT BELUM BERKEMBANG
WISATA GARUT BELUM BERKEMBANG PDF Print E-mail
Sunday, 12 April 2009 17:23

Garut, (PR).-
Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan wisata Cipanas sepanjang libur panjang akhir pekan terkait pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) 2009 tak dialami lokasi wisata lain di Kab. Garut. Minimnya infrastruktur pendukung wisata ditengarai menjadi kendala bagi lokasi wisata lain untuk berkembang, akhirnya pengunjung hanya terkonsentrasi di Cipanas saja.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kab. Garut Yatty Rochayati membenarkan hal tersebut, Sabtu (11/4). "Kelengkapan infrastruktur pariwisata baru ada di kawasan Cipanas saja. Sedangkan yang lain, kami akui memang masih perlu tambahan," katanya.

Sepanjang libur akhir pekan kali ini, tingkat hunian hotel di kawasan Cipanas meningkat 20%-25% dari libur biasa. Apalagi, sejumlah tempat pemandian air panas juga terlihat berjubel dipadati pengunjung, meski masih didominasi wisatawan lokal.

"Bahkan, tiap weekend sampai Mei 2009 mendatang, hotel-hotel sudah fully booked," ujarnya. Selain wisata air, sentra oleh-oleh makanan ciri khas Garut yang berada di sekitar Cipanas juga menjadi incaran para wisatawan.

Kondisi tersebut tidak dialami oleh sejumlah tempat wisata lain di Garut. Buruknya kondisi infrastruktur jalan sebagai akses masuk serta infrastruktur pendukung di lokasi wisata menyebabkan pengunjung mengurungkan niatnya untuk berwisata.

Salah satu lokasi wisata yang butuh perbaikan infrastruktur di antaranya wisata pantai di sepanjang pesisir selatan Kab. Garut, sejumlah wisata curug air dan wisata agroforestry.

Ketika ditanya alasan soal belum digarapnya perbaikan infrastruktur wisata, Yatty menjawab, masalah anggaran yang minim menjadi alasannya.

"Oleh karena itu, kami berupaya mendapat bantuan dana untuk pengembangan pariwisata di Garut. Apalagi, Garut menjadi salah satu lokasi pilot project pembangunan pariwisata oleh pemerintah pusat. Maka, harusnya anggaran pariwisata tidak hanya terpusat pada APBD Kab. Garut saja, tapi perlu mendapat dukungan dari provinsi dan pemerintah pusat," ungkapnya.

Meski belum banyak diminati wisatawan seperti Cipanas, namun diakui Yatty, terjadi peningkatan tingkat kunjungan di Situ Cangkuang dan Situ Bagendit.

"Khusus untuk Cangkuang, keberadaan Candi Cangkuang menambah daya tarik pengunjung yang mendapat wisata bahari sekaligus wisata budaya," ucapnya.

Kawasan Cipanas-Cangkuang-Bagendit, diakui Yatty, menjadi kawasan segitiga emas bidang pariwisata. "Kalau mau menjadikan pariwisata sebagai lokomotif ekonomi di Kab. Garut, tentunya harus mulai digarap paket wisata secara komprehensif. Tentunya, butuh dana besar," katanya. (A-158)***


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Minggu 12 April 2009
 

Slide


jabar_tekor.jpg