Home Lintas Jabar Budaya Pariwisata JALAN TALEGONG-PANGALENGAN TERPUTUS
JALAN TALEGONG-PANGALENGAN TERPUTUS PDF Print E-mail
Wednesday, 17 December 2008 13:14

Tertimbun Tebing yang Longsor di Desa Sukalaksana

Garut, (PR).-
Hujan deras yang mengguyur selama dua hari terakhir, di daerah Kec. Talegong, Kab. Garut, mengakibatkan tebing di Kampung Patokbesi Desa Sukalaksana, ambrol dan menimbun badan jalan yang ada di bawahnya, Selasa (16/12).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun jalan provinsi yang menghubungkan Kec. Talegong dengan Kec. Pangalengan, Kab. Bandung, terputus total pada KM 25. Ratusan pelajar SMP dan SMA Talegong juga tidak dapat mengikuti pelajaran, karena akses jalan menuju sekolah mereka terputus, dan tidak ada jalan alternatif lain menuju sekolah.

Menurut Camat Talegong Asep Suparman didampingi Kabag Humas Setda Garut Drs. Dikdik Hendrajaya, Selasa (16/12), material longsor yang menimbun badan jalan provinsi itu, telah melumpuhkan lalu lintas dan aktivitas perekonomian warga setempat. "Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian material masih dihitung," katanya.

Hingga sore kemarin, hujan masih terus mengguyur kawasan Talegong. Meski begitu, kata Asep, ia bersama unsur muspika dan warga setempat, bahu-membahu berupaya membersihkan material longsor berupa tanah dan bebatuan dari badan jalan dengan peralatan seadanya.

"Kami juga berupaya meminta bantuan alat berat ke Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jabar untuk membersihkan material longsoran tersebut. Mudah-mudahan, bantuan alat berat itu bisa segera datang, sehingga jalur ini bisa normal kembali," ujar Asep.

Selain tebing longsor, hujan deras juga membuat air Sungai Ciwaru meluap. Akibatnya, kirmir jembatan Ciwaru setinggi 5 meter di Desa Sukamulya, Kec. Talegong, ambrol sepanjang 10 meter.

Di Ciamis

Sementara itu, hujan lebat yang mengguyur wilayah Kab. Ciamis, mengakibatkan tebing di Dusun Patrol, Desa/Kec. Lumbung, longsor, Minggu (14/12). Ruas jalan utama yang menghubungkan Kec. Lumbung dengan Kec. Panjalu sempat terputus akibat tertutup material longsor.

Tebing yang longsor itu menyeret kolam dan saluran air yang ada di atas tebing. Bahkan sebagian material tebing menimpa sebagian rumah Maman (42) dan Endut (32). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

"Arus lalu lintas yang selama dua hari sempat tersendat, baru Selasa (16/12), bisa kembali lancar, setelah lumpur yang menutupi jalan berhasil disingkirkan," kata Camat Lumbung, Popo Mustopa, kepada "PR", kemarin.

Ia menduga, tebing itu longsor akibat jebolnya saluran air karena tidak mampu menampung air hujan. Posisi saluran air itu terletak di bagian atas tebing.

Dia juga mengungkapkan, pihak Dinas Sosial Kab. Ciamis telah memberikan bantuan berupa beras, mi instan dan beberapa kebutuhan lainnya. "Bantuan itu telah kita salurkan kepada korban," katanya.

Popo mengaku sudah mengimbau warganya agar meningkatkan kewaspadaan. Warga yang tinggal di lokasi rawan longsor, diminta meninggalkan rumahnya bila turun hujan lebat. (A-14/A-101)***


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Rabu 17 Desember 2008

 

Slide


han.jpg

Berita Lain