Fri05182012

Last update10:18:22 AM

Lintas Jabar

"SUKA" BERTEKAD MAJUKAN MAJALENGKA

Jumat Ini, Keduanya Resmi Dilantik Menjadi Bupati-Wakil Bupati

Majalengka, (PR).-
Pasangan Bupati-Wakil Bupati Majalengka terpilih Sutrisno-Karna Sobahi (Suka) bertekad memajukan daerahnya dalam lima tahun ke depan melalui sejumlah program yang akan diimplementasikan oleh mereka.

Tekad itu disampaikan keduanya secara terpisah, Kamis (11/12) kemarin, di kediaman mereka masing-masing. Pasangan Suka akan dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Majalengka oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Jumat (12/12) ini, di gedung DPRD setempat.

Menurut H. Sutrisno, untuk melangkah ke arah itu, persoalan gemuknya jumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan anggaran yang tak berimbang akibat kurang validnya data yang dilaporkan ke pemerintah pusat, menjadi persoalan krusial untuk dituntaskan.

Dikatakan krusial karena persoalan itu ibarat buah simalakama. Di satu sisi, dengan membengkaknya jumlah SKPD, maka setiap tahun akan melahap habis paling tidak sampai Rp 70 miliar dari pos belanja rutin APBD.

Hal itu tentu saja akan menyedot anggaran pembangunan dan berdampak buruk pada komposisi APBD tahun berikutnya. Sementara jika dirampingkan, akan berakibat pada hilangnya puluhan jabatan struktural dari struktur SKPD yang ada.

Oleh karena itu, hari-hari pertama yang akan dilakukan pasangan Suka adalah menata manajemen pemerintah daerah yang ramping struktur, namun kaya fungsi dalam semangat tata pemerintahan yang baik (good governance). Lalu, penyusunan infrastruktur kinerja aparat birokrasi diharapkan akan mengalami penyempurnaan pada masa selanjutnya.

Upaya yang dilakukan, antara lain dengan menempatkan sumber daya manusia sesuai dengan kapasitas serta latar belakang ilmu yang dimiliki. Berikutnya, mereka yang akan menduduki satu jabatan eselon strategis haruslah menjalani uji kepatutan dan kelayakan secara transparan.

"Untuk itu, metode keterpaduan anggaran untuk satu titik tujuan akan kita terapkan agar tidak terjadi duplikasi program pada setiap SKPD," ungkap H. Sutrisno.

Pada bagian lain, Sutrisno mengatakan, kecenderungan pembangunan Majalengka lima tahun ke depan harus dimulai dari penguatan budaya tani bagi semua warga, baik dari aspek manajemen, sarana produksi, modernisasi teknologi, maupun proteksi pemasarannya.

Dengan demikian, sebagai kabupaten yang sebagian besar wilayahnya merupakan daerah pertanian, maka penguatan sektor pertanian merupakan pilihan bagi Pemkab Majalengka. Hal itu dimaksudkan untuk menurunkan angka pengangguran, sekaligus memberdayakan keluarga miskin yang juga bisa bersinergi dengan penerapan muatan lokal dalam pendidikan.

Sementara dalam mengatasi produksi pascapanen, Bupati dan Wakil Bupati Majalengka yang baru berencana mendirikan badan usaha milik daerah (BUMD) untuk pengadaan pupuk, sarana produksi pertanian, ataupun modernisasi pertanian secara swakelola dan mandiri.

Dengan demikian, Majalengka kelak akan mempunyai rentang kendali yang jelas untuk mengendalikan harga pupuk ataupun sarana produksi pertanian lainnya, termasuk pembelian padi dari petani untuk menggantikan peran Dolog di daerah.

"Peran itu harus diambil oleh daerah. Karena selama kita tidak memiliki lembaga finansial untuk mengendalikan harga, maka selama itu pula kepentingan petani tidak akan terjembatani," ungkapnya.

Pemberdayaan

Pada sisi lain, rendahnya tingkat kesejahteraan akibat lemahnya manajemen pemberdayaan masyarakat oleh aparat pemerintah membuat jumlah penduduk miskin sulit berkurang, bahkan cenderung terus bertambah.

Oleh karena itu, penanganan pemberdayaan masyarakat jangan lagi dilakukan langsung oleh pemerintah. Akan tetapi, harus meningkatkan partisipasi masyarakat agar program pemberdayaan bisa menjangkau kebutuhan mereka yang sesungguhnya.

Selanjutnya, Sutrisno menyatakan, persoalan zakat yang mengarah pada pemberdayaan keluarga miskin, ternyata belum banyak disentuh. Padahal, sesungguhnya potensi zakat yang besar tersebut jika digarap dengan kesalehan sosial oleh para pengelolanya, akan berpotensi besar bagi upaya pemberdayaan ekonomi umat.

Pendidikan

Sementara itu, dalam bidang pendidikan, mantan guru yang kini menjadi Wakil Bupati Majalengka H. Karna Sobahi menjelaskan, persoalan infrastruktur pendidikan, seperti perbaikan gedung-gedung sekolah serta sarana prasarana pendidikan lainnya, juga akan menjadi prioritas program pembangunan di Kab. Majalengka dalam lima tahun ke depan.

Selain itu, adanya optimalisasi peningkatan SDM, penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar, kesejahteraan guru, serta peran serta masyarakat untuk mendukung penerapan kurikulum berbasis potensi dan kompetensi lokal, terutama untuk bidang pertanian dan industri serta ilmu terapan lainnya.

"Prinsip hubungan timbal baik antara pelaku pembangunan dan masyarakat, tidak lagi berpegang pada adagium lama bahwa pembangunan ini adalah keinginan masyarakat, tapi harus berpegang pada apa yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, sejumlah kalangan menyambut gembira pelantikan pasangan Suka. Ketua PGRI Kab. Majalengka Aman Nurkamal menyebutkan, kalangan pendidikan berharap banyak kepada peran Wakil Bupati Karna Sobahi dalam memberikan asupan strategis bagi pembaikan kinerja dunia pendidikan.

Menurut Aman, terpilihnya Karna Sobahi menjadi wakil bupati merupakan kebanggaan para guru dan hendaknya kebanggaan itu akan pula menjadi kebanggaan masyarakat Majalengka, tatkala terjadi perbaikan iklim di dalam dunia pendidikan di Kab. Majalengka. (C-31)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Jum'at 12 Desember 2008

AddThis Social Bookmark Button