Fri05182012

Last update10:18:22 AM

Lintas Jabar

DEDE LONCAT KE DEMOKRAT

BANDUNG– Kader Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf memastikan dirinya segera bergabung ke Partai Demokrat. “Insya Allah, lanjutkan!” ujar pria bernama lengkap Yusuf Macan Effendi ini menjawab pertanyaan wartawan seusai menghadiri sebuah kegiatan di Kota Bandung, Jawa Barat, kemarin. 
Ditanya apakah kata “lanjutkan” yang diucapkannya adalah kepastian bahwa dalam waktu dekat dirinya akan pindah ke Demokrat, Dede mempersilakan masyarakat menafsirkan sendiri. “Tapi menurut saya itu sudah jelas. 

Orang kalau sudah (salat) Istikharah jawaban cuma satu. Ini bukan pindah hanya bergeser, masih sama dalam satu koalisi besar,” ujar mantan Sekjen Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) ini. Dia mengakui,hingga kemarin dirinya belum mendaftar secara resmi ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Barat atau DPP Partai Demokrat di Jakarta.Namun, pria yang mengidolakan Arnold Schwarzenegger dan Sri Baduga ini memastikan bahwa Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa sudah mengetahui sikapnya. 

Dede meminta bahwa keputusannya jangan langsung diartikan bahwa dirinya bersiap maju sebagai calon Gubernur Jabar pada 2013 mendatang. “Kalau itu (maju sebagai calon Gubernur Jabar) nanti harus istikharah lagi,” kilah suami Sendy Ramania Wurandani,36, serta ayah Alifiya Arkana Paramita, 10, dan Kaneishia Latifa Zahra,10,ini. Kabar rencana kepindahan Dede ke Demokrat sebenarnya sudah santer sejak beberapa bulan lalu. 

Pada pembukaan Muswil III DPW PAN Jabar pertengahan Januari 2011, Dede hanya tersenyum saat sejumlah wartawan menanyainya tentang kabar rencana dirinya akan pindah ke Demokrat. Pertanyaan wartawan justru ditanggapi Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa yang juga hadir saat itu. Menurut Hatta, dirinya justru sempat menawari Dede posisi ketua DPW PAN Jabar karena dianggap sudah menjadi kader senior partai yang berpotensi semakin memajukan PAN. 

Kemarin, Hatta Rajasa akhirnya membenarkan Dede Yusuf telah menyampaikan niat untuk menyeberang ke Demokrat. Berbeda dengan pengakuan Dede, Hatta membeberkan bahwa kepindahan mantan Wasekjen PAN itu ke Demokrat memang benar dilandasi keinginan untuk maju sebagai calon Gubernur Jabar pada 2013.“Dede sudah minta waktu kepada saya. Dia mengatakan ingin menjadi gubernur jadi perlu partai yang lebih besar. Dan saya mengatakan, silakan saja. Ini kan negara demokrasi,” jelas Hatta di Kantor Presiden,Jakarta, kemarin. 

Lumrah dalam Politik 

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Jafar Hafsah mengatakan, banyaknya pengurus partai dan kepala daerah yang pindah ke Partai Demokrat adalah hal lumrah dalam politik. Menurut dia, kepindahan ini bukan karena paksaan dan bukan karena kepentingan sesaat melainkan dilandasi niat membangun demokrasi yang kuat. “Seharusnya dihargai. Masak orang mau masuk Demokrat kita tolak? Sebaliknya,kalau ada orang Demokrat pindah ke partai lain ya jarus diterima,” katanya. 

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria Samego menilai,fenomena politikus pindah parpol setelah menjabat sebagai pimpinan daerah merupakan pendidikan politik yang buruk bagi masyarakat.Kepindahan politikus ke partai lain menunjukan keputusan mereka dalamsebuahpartaibukandidasarkan atas ideologis, namun kepentingan pragmatis. 

Dia memandang, ada dua kemungkinan yang mendorong seorang politikus berpaling dari partai yang mengusungnya saat menjadi kepala daerah. Pertama, politikus ingin menyelamatkan kepentingannya pada pemilu/pilkada mendatang.Dengan pindah ke parpol yang mempunyai kekuasaan lebih besar maka besar pula peluang untuk mendapatkan dukungan politik. “Kedua, ada kemungkinan politikus tersebut terlibat masalah hukum sehingga mencoba mencari selamat dengan cara mendekati parpol besar.Mana tahu memang dilindungi,” katanya. (tantan sulthon/ maesaroh/ m sahlan/ adam prawira)

Sumber: Harian Seputar Indonesia - Rabu, 13 April 2011
AddThis Social Bookmark Button