Home Kolom Kolom PEMBUKAAN RAPAT KOORDINASI (PRA MUNAS) ASOSIASI DPRD PROVINSI SE-INDONESIA
PEMBUKAAN RAPAT KOORDINASI (PRA MUNAS) ASOSIASI DPRD PROVINSI SE-INDONESIA PDF Print E-mail
Thursday, 25 June 2009 11:29
SAMBUTAN GUBERNUR JAWA BARAT
PADA ACARA JAMUAN MAKAN MALAM DAN PEMBUKAAN RAPAT KOORDINASI (PRA MUNAS) ASOSIASI DPRD PROVINSI SE-INDONESIA


Hari / tanggal    :    Kamis, 25 Juni 2009
Pukul    :    19.00 WIB
Tempat    :    Aula Barat Gedung Sate

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Selamat malam dan salam sejahtera.

Ysh.    Ketua Asosiasi DPRD Provinsi (ADPSI) se-Indonesia, Bapak Drs. H.M. Ade Supriatna SH,MH;
Ysh.    Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat ;
Undangan, peserta Rakor Musyawarah Nasional ADPSI dan hadirin yang berbahagia.

Merupakan sebuah kebahagiaan bagi saya pribadi, karena pada malam hari ini berkesempatan bersilaturahim bersama keluarga besar Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, pada acara Jamuan Makan Malam dan Pembukaan Rapat Koordinasi (Pra Munas) Asosiasi DPRD Provinsi se-Indonesia.
Seiring dengan itu, terlebih dahulu saya menyampaikan “selamat datang” kepada seluruh peserta Rapat Koordinasi (Pra Munas) Asosiasi DPRD Provinsi se-Indonesia, semoga kehadiran bapak dan ibu sekalian, akan memberikan dampak nyata dalam rangka peningkatan peran DPRD Provinsi sebagai pemegang kedaulatan rakyat dan partner strategis pemerintah daerah dalam proses pembangunan. Predikat tersebut tentunya tidak berlebihan, mengingat DPRD memiliki fungsi vital, yaitu sebagai pengawal lembaga eksekutif dalam menjalankan roda pembangunan daerah sekaligus penerbit kebijakan publik dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Hadirin yang berbahagia
 
Apabila kita menilik kembali alasan utama penerapan otonomi di republik ini adalah untuk menghadirkan efisiensi, efektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan demokratisasi praktik penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Kebijakan tersebut merupakan solusi atas kebijakan pemerintahan sebelumnya, yang dinilai telah mematikan inisiatif dan kreativitas daerah. Selain itu, penerapan mekanisme sentralistis juga telah menyebabkan Pemerintah Daerah kurang responsif terhadap aspirasi masyarakat daerah.
 
Sejalan dengan perubahan paradigma pembangunan dari paradigma pertumbuhan menuju paradigma pemerataan pembangunan secara lebih adil dan berimbang, penerapan otonomi daerah menempatkan partisipasi masyarakat pada posisi istimewa, orientasi pemerintahan pun menjadi lebih utama dibidang tuntutan dan kebutuhan masyarakat yang bersumber dari aspirasi masyarakat.

Seiring dengan otonomi daerah, pada masa sekarang sistem demokrasi telah beralih dengan lebih menggunakan demokrasi perwakilan, dimana rakyat dalam menyelenggarakan pemerintahan, memilih para wakilnya melalui mekanisme pemilihan umum. Babak baru sistem kemuwakilan atau sistem perwakilan, yang digulirkan bersamaan dengan sistem Pemilu tahun 2004, tampaknya cukup membawa peluang baru bagi keberdayaan legislatif yang lebih baik dari periode awal reformasi atau setidaknya memunculkan harapan baru terhadap legislatif yang akan makin meningkat akuntabilitas politik dan moralnya terhadap publik, yang terefleksikan dalam substansi yang diperjuangkan dalam konteks penyelenggaraan hubungan antara lembaga legislatif dengan eksekutif.

Mengingat sistem rekrutmen politik para anggota DPRD pada tahun 2004 menggunakan sistem distrik, dalam konteks akuntabilitas politis dan moral legislator, sejatinya harus lebih baik karena berangkat dari proses kemuwakilan yang timbul dari interaksi sosial politik di masing-masing daerah pemilihan. Dalam format rekrutmen seperti itu, maka pola hubungan legislatif dan eksekutif, akan makin berkualitas karena argumen komunikasi politis DPRD akan makin ditopang oleh sentimen moral kedaerahan dari para anggotanya.

Dalam kaitan itu, mudah-mudahan kedepan dengan hadirnya para legislatif baru yang secara langsung dipilih oleh masyarakat, pola kerja dan hubungan kemitraan yang selama ini terjalin dengan pemerintah daerah dapat terus ditingkatkan kualitasnya, sehingga menjadikan proses pemerintahan akan berjalan lebih efektif, efisien serta tepat sasaran, yang keseluruhan bermuara pada kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hadirin yang berbahagia
    
Demikian kiranya hal-hal yang dapat saya sampaikan, semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan perlindungan kepada kita semua. Akhirnya dengan ucapan “Bismilahirahmanirrahim” , Rakor (Pra Munas) Asosiasi DPRD Provinsi se-Indonesia Tahun 2009, secara resmi saya nyatakan dibuka.


Terima kasih atas perhatiannya.
Billahitaufiq walhidayah,
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

GUBERNUR JAWA BARAT


AHMAD HERYAWAN