Thu04172014

Last update10:46:48 AM

Pemilih Pemula jabar Dinilai Cerdas

Pemilih Pemula jabar Dinilai Cerdas

BANDUNG- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yakin p...

Garut Pelopor Pemberdayaan Energi Terbarukan

Garut Pelopor Pemberdayaan Energi Terbarukan

 

GARUT, (GM).- Melalui budi daya dan pengolahan kem...

Alokasi Dana KCR Ditambah Rp 50 M

Alokasi Dana KCR Ditambah Rp 50 M

DIPONEGORO, (GM).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat b...

Proyek Monorel Dikebut

Proyek Monorel Dikebut

BANDUNG- Pemerintah Provinsi Jawa Barat berjanji te...

Gubernur: MTQ Gelorakan Semangat Baca Al-Qur'an

Gubernur: MTQ Gelorakan Semangat Baca Al-Qur'an

Kuningan - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengi...

Ketahanan Pangan Jadi Cita-Cita Aher

Ketahanan Pangan Jadi Cita-Cita Aher

Panen Kedelai di Perum Perhutani Wilayah Indramayu...

Photo Gallery

201120112011201120112011201120112011
  • ja-news-1
  • ja-news-2
  • ja-news-3

Lintas Jabar

Setting

Lintas Kabupaten Kota

Setting

Opini Media

Setting

Bandung Love Story; Habibi-Ainun dan Heryawan-Netty

Kalau aku harus mengulangi hidup lagi, aku tetap akan memilih kamu.

Bagi Anda yan...

Ditolak Penerbit Lokal, Novel Mahasiswa Bandung Sukses di Pasar Internasional

BANDUNG - Novel "Chronicles of The Fallen: Rebellion" karya Aya Lancaster (23), m...

KEKERASAN ANAK DAN TRAFFICKING MASIH TINGGI

BANDUNG– Kasus kekerasan anak dan trafficking di Jawa Barat masih tinggi. Buktinya, periode tahun 2009 hingga Agustus 2011 terdapat sedikitnya 181 kasus. “Angka kekerasan anak cenderung yang paling tinggi. Kasus lainnya yang paling memiliki kecenderungan meningkat adalah trafficking,” ujar Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jabar Netty Heryawan seusai menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk meminimalisasi praktik kekerasan anak dan perempuan dengan Pusat Studi Wanita (PSW) Jabar di kantor P2TP2A, Jalan Aceh, Kota Bandung, kemarin.

Menurut Netty, kekerasan terhadap anak yang paling banyak ditemukan adalah kasus pelecehan seksual. Kasus ini harus segera diantisipasi oleh seluruh stakeholder. Karena kasus seperti ini merupakan fenomena gunung es yang terus berkembang.

“Jumlah kasus yang kami inventarisasi tidak tertutup kemungkinan lebih besar lagi. Sebab, tidak sedikit kasus kekerasan anak dan perempuan yang tidak dilaporkan. Karenanya, kami terus memperluas jaringan kerja untuk meminimalisasi kasus-kasus serupa terutama di daerah yang memiliki kecenderungan tinggi,” papar Netty. Dia mengungkapkan, upaya meminimalisasi praktik kekerasan ini terus dilakukan P2TP2A dengan membuka jaringan terhadap berbagai komponen.

Misalnya dengan stakeholder, ormas, LSM, PSW, serta jaringan lain dengan membuat komitmen bersama guna memantau dan meminimalisasinya.

“Tidak mungkin kami melakukan sendirian, seluruh komponen harus turut andil meminimalisasi kasus-kasus ini,” ucapnya. Pihaknya terus memperluas jejaring dengan membentuk P2TP2A di kota/kabupaten se-Jabar. Hingga saat ini tercatat sekitar 16 kabupaten/kota sudah terbentuk di antaranya Kabupaten Indramayu, Kabupaten/Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur,Kota Depok, Kabupaten Purwakarta, Kota/Kabupaten Cirebon, Kota/Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kota/Kabupaten Bekasi, serta Kota/Kabupaten Bogor.

Netty menjelaskan, jejaring yang berada di daerah ini akan melakukan penanganan secara teknis di lapangan. Upayanya dengan memberikan pemahaman tentang perlindungan terhadap hak-hak anak dan mengantisipasi praktik trafficking serta memberikan pendampingan terhadap mantan korban kekerasan. (tantan sulthon)

Sumber: Harian Seputar Indonesia - Minggu, 14 Agustus 2011

Tweet Display