Home Gagasan
INSPIRASI KESAHAJAAN DARI RAMADAN PDF Print E-mail
Friday, 21 August 2009 09:04
Oleh Ahmad Heryawan

Rutinitas aktivitas sering membuat kita kurang menyadari keniscayaan tentang bumi yang terus berputar dan waktu yang terus bergulir. Sejarah peradaban manusia senantiasa bergerak, bahkan di kala kita tidur dan diam. Kini, waktu kembali menggiring kita semua untuk memasuki bulan yang penuh hikmah.

Salah satu hikmah Ramadan yang sangat sesuai dengan kondisi kehidupan bangsa Indonesia saat ini adalah inspirasi tentang kesahajaan atau kesederhanaan.

Read more...
 
BELAJAR DEMOKRASI PDF Print E-mail
Tuesday, 07 April 2009 07:20

Oleh: Ahmad Heryawan

Suatu masa di sebuah negeri hadir sekelompok politikus yang berjuang secara sungguh-sungguh mewakili aspirasi rakyatnya. Perseteruan argumentasi secara sengit tak terhindarkan, meskipun semua itu tetap dilakukan dengan tutur kata yang sopan. Perbedaan pendapat tersebut lahir sebagai sebuah konsekuensi dari perbedaan latar belakang ideologi dan partai politik di antara mereka. Akan tetapi, perang kata hanya terjadi di ruang persidangan pada saat mereka bekerja untuk menemukan titik kompromi bagi rumusan besar yang akan menentukan masa depan kehidupan rakyatnya. Namun, kehangatan suasana segera menghampiri di sela-sela waktu istirahat. Bahkan suasana akrab, saling mengunjungi, tolong-menolong, dan percakapan hangat sambil menikmati secangkir kopi merupakan ciri dari interaksi antarmereka di luar persidangan.

Kisah itu bukan sebuah cerita dari negeri dongeng, melainkan fakta sejarah yang menghiasi perjalanan demokrasi bangsa Indonesia. Begitulah tokoh bangsa seperti Mohammad Natsir, Mohammad Roem, Kiai Isa Ansari, I.J. Kasimo, Oei Tjoe Tat, dan J. Leimena, mempertunjukkan kepada kita tentang cara berdemokrasi. Fakta sejarah tersebut memperlihatkan sikap kenegarawanan dan kedewasaan para pendiri bangsa dalam berdemokrasi. Tidaklah mengherankan jika tokoh-tokoh seperti mereka diberikan kehormatan mengisi lembaran emas sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Read more...
 
TRAGEDI KEMANUSIAAN PDF Print E-mail
Wednesday, 21 January 2009 11:21

Oleh: Ahmad Heryawan

 

Setengah abad lalu, tatar Pasundan pernah menjadi saksi sejarah dari komitmen para pemimpin bangsa-bangsa di Asia dan Afrika untuk ikut berpartisipasi dalam menghadirkan dunia tanpa penjajahan. Dasa Sila Bandung yang merupakan hasil kesepakatan 29 negara yang hadir dalam Konferensi Asia Afrika telah berhasil menginspirasi lahirnya resolusi deklarasi pembenaran kemerdekaan kepada negara-negara dan bangsa yang terjajah pada persidangan PBB ke-15, tahun 1960. Resolusi tersebut lebih dikenal dengan nama Deklarasi Dekolonisasi, sebuah deklarasi yang memuat prinsip penting bagi pelaksanaan hal penentuan nasib sendiri bagi bangsa yang belum memiliki pemerintahan sendiri.

Read more...
 
MENTAFAKURI PERADABAN MANUSIA DI PENGHUJUNG TAHUN 2008 PDF Print E-mail
Thursday, 01 January 2009 07:49

Oleh: Ahmad Heryawan

 

Tanpa kita sadari dunia terus berputar tanpa bergeser sedikit pun kecepatannya, sehingga  hari-hari terus berlalu menambah senja raut muka peradaban dunia.  Tidak terasa kini kita tengah berada di penghujung tahun 2008 dan tengah menantikan pergantian tahun.  Tahun 2008 merupakan tahun yang penuh makna.  Pada tahun 2008 ini setidaknya kita terpaksa untuk berpikir kembali tentang perjalanan peradaban manusia.  Tatanan kehidupan sejarah kemanusian menjadi bahan pembicaraan yang menarik untuk didiskusikan banyak pihak.  Setidaknya sepanjang tahun 2008 ada dua peristiwa besar yang membuat banyak orang untuk kembali memerah pikirannya guna merumuskan kembali tatanan peradaban manusia.

Read more...
 
TERIMA KASIH UNTUK PARA PAHLAWAN BANGSA PDF Print E-mail
Tuesday, 11 November 2008 21:53

 

Pada hari bersejarah itu, sebuah pergerakan besar tengah berlangsung di bumi Indonesia. Ketegangan memuncak seiring mendekatnya sebuah kekuatan besar dengan persenjataan jauh melebihi dari persenjataan para pejuang Indonesia. Suasana mencekam terus berlangsung hingga momentum besar itu tiba. Saat itu tidak ada satupun mahluk yang bisa menolak datangnya sebuah takdir besar bagi bangsa ini. Sebuah hari akhirnya menjadi saksi tentang keberanian anak bangsa menjalankan takdir besarnya. Tidak ada keraguan bagi mereka yang mengambil bagian dari epos tersebut, seolah mereka meresapi betul apa yang digelorakan oleh Soekarno :

“Diberi hak-hak atau tidak diberi hak-hak; diberi pegangan atau tidak diberi pegangan; diberi penguat atau tidak diberi penguat, tiap-tiap makhluk, tiap-tiap ummat, tiap-tiap bangsa tidak boleh tidak, pasti akhirnya akan berbangkit, pasti akhirnya bangun, pasti akhirnya menggerakkan tenaganya, kalau ia sudah terlalu sekali merasakan celakanya diri teraniaya oleh suatu daya angkara murka ! Jangan lagi manusia, jangan lagi bangsa, walaupun cacingpun tentu menggeliat-geliat kalau merasakan sakit !“

Read more...
 
MEWARISI SEMANGAT SUMPAH PEMUDA PDF Print E-mail
Tuesday, 04 November 2008 20:30

Oleh: Ahmad Heryawan

 

Perjalanan sejarah bangsa Indonesia telah diharumkan oleh peran kaum muda dalam setiap momentum perjuangan kebangsaan. Peran kaum muda begitu jelas terlihat setidaknya pada lima momentum perjuangan kebangsaan, mulai dari kebangkitan nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan 1945, kelahiran Orde Baru 1966, hingga gerakan reformasi 1998.

Peran kaum muda dalam perjalanan bangsa Indonesia juga diperlihatkan kenyataan sejarah bahwa sebagian besar pendiri bangsa ini memulai perjuangannya sejak usia muda. Pemuda seperti Soekarno, Mohammad Natsir, Tan Malaka, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir menggoreskan sejarah negeri ini dengan tinta kehormatan dan pena kemuliaan. Nama-nama mereka tidak hanya dikenal di dalam negeri, tapi juga dihormati di luar negeri.

Read more...
 
REVITALISASI SEMANGAT SUMPAH PEMUDA PDF Print E-mail
Tuesday, 28 October 2008 20:43

 

Tinta sejarah bangsa Indonesia tidak pernah kering untuk menuliskan peran kaum muda dalam setiap momentum perjuangan kebangsaan.  Nama-nama pemuda seperti Soekarno, Mohammad Natsir, Tan Malaka, Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir telah menggoreskan sejarah negeri ini dengan tinta kehormatan dan pena kemuliaan.  Pemikiran, gagasan, pengorbanan dan aksi politik para pendiri bangsa tersebut telah membawa bangsa Indonesia pada sebuah deklarasi bahwa mulai saat ini biarkan kami menentukan nasib negeri kami sendiri.  Ya, perjuangan mereka semenjak usia mudanya telah berhasil membawa bangsa ini ke gerbang proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Read more...
 
MERENUNGI PERADABAN MULIA DI HARI FITRI PDF Print E-mail
Thursday, 02 October 2008 22:07

 

Oleh: Ahmad Heryawan

 

Assalamu’alaikum wr. wb.

Allaahu Akbar Allaahu Akbar Allaahu Akbar.
La Ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar, Allaahu Akbar Walillahil Hamdu

Rasa syukur kita haturkan untuk Sang Penguasa Alam, Allahu Rabbul ‘Alamin, yang senantiasa mengaruniai kita limpahan nikmat dan rahmat, hingga kita semua tak pernah sanggup untuk menghitung.  Ungkapan syukur juga dituturkan atas nikmat hidayah, keislaman dan keimanan yang masih dilekatkan pada diri kita semua sehingga masih dapat berkumpul di tempat yang dirahmati Allah SWT.  Rasa syukur tak terhingga juga kita tujukan kepada Ilahi Rabbi atas nikmat besar berupa kehadiran tamu mulia di tengah-tengah kita, bulan Ramadhan yang membawa berkah, rahmat dan maghfirah.  Mudah-mudahan Ramadhan tahun ini berbuah ampunan Allah SWT dan pembebasan diri dari azab neraka.

Read more...
 
RAMADHAN DAN PERUBAHAN PDF Print E-mail
Monday, 29 September 2008 21:11

Oleh: Ahmad Heryawan

 

Bisa jadi hanyalah sebuah kebetulan bahwa tsunami keuangan global dengan episentrum di Amerika Serikat terjadi saat ummat Islam sedang menikmati gemblengan Allah melalui berbagai amal ibadah di bulan Ramadhan.  Namun bisa saja, guncangan terhadap sistem kapitalis global yang ditandai dengan jatuhnya perusahaan sekuritas terbesar keempat di AS, Lehman Brothers, merupakan cara Allah berkomunikasi untuk menunjukkan betapa rapuhnya peradaban manusia di bawah hegemoni idiologi kapitalisme. 

Secara cermat ayat-ayat kauniyah telah berbicara kepada seluruh manusia untuk menunjukkan rapuhnya kapitalisme tepat di titik yang menjadi kebanggaannya.  Bukankah selama ini para pendukung dan penganjur kapitalisme senantiasa mengagung-agungkan keberhasilan mereka dalam membangun sistem perekonomian dunia hingga berhasil mengantarkan manusia kepada kehidupan yang lebih beradab.  Namun realitas menuturkan bahwa semakin hari dapat kita saksikan peradaban kapitalis kian menunjukkan tanda-tanda keruntuhannya.

Read more...
 
RAMADHAN DAN MOMENTUM KEBANGKITAN PDF Print E-mail
Monday, 08 September 2008 13:38

Oleh: Ahmad Heryawan

 

BANGSA Indonesia saat ini masih dihadapkan pada upaya untuk mengatasi permasalahan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan. Namun upaya pengentasan kemiskinan seringkali berjalan seperti seorang yang memintal benang hingga menjadi kain dan kemudian diuraikannya kembali kain tersebut.

Fundamental ekonomi Indonesia yang lemah telah mengakibatkan bangsa ini harus seringkali beradaptasi terhadap perkembangan ekonomi global.  Belum juga selesai proses adaptasi masyarakat miskin menghadapi multiplier effects akibat krisis ekonomi global tahun 1997, kini mereka dipaksa untuk kembali menghadapi kenyataan pahit akibat krisis harga minyak dunia.  Meskipun harga minyak dunia telah mulai turun, namun dampak yang diakibatkannya masih dapat kita rasakan hingga hari ini.  

Read more...
 
RAMADHAN UNTUK KEBANGKITAN NEGERI PDF Print E-mail
Monday, 01 September 2008 12:02

Oleh: Ahmad Heryawan

 

SUNGGUH menyedihkan ketika kita melihat telah terjadi satu paradoks di tatar Pasundan. Di satu sisi terlintas satu keindahan alam yang menakjubkan, di sisi lain keadaan memprihatinkan sulitnya hidup layak. Berbagai kesulitan hidup seolah tanpa henti menerpa masyarakat di tengah derasnya kenaikan harga. Di saat itu, datanglah bulan Ramadan menyapa kita dengan berbagai kehangatan.

Read more...