Info Terakhir
- LAPORAN DARI KORSEL
- MOBIL DINAS DEWAN SEDOT Rp 8 M
- WUJUDKAN JAWA BARAT SEBAGAI GREEN PROVINCE
- UNTUK GENJOT PRESTASI OLAHRAGA, GUBERNUR KUNJUNGI KORSEL
- Dinas, Badan dan Biro Jabar
- NAMA BUPATI dan WALIKOTA BESERTA WAKILNYA
- KEPALA DAERAH HARUS BANGUN SINERGI UNTUK WUJUDKAN KESEJAHTERAAN
- HERYAWAN: DESA CIBATU TIGA DESTINASI WISATA BARU DI JAWA BARAT
- 15 PADEPOKAN SENI DIRESMIKAN GUBERNUR JAWA BARAT
- DARMIN, "PEREKONOMIAN NASIONAL MULAI MEMBAIK"
Pengunjung
We have 140 guests onlineJajak Pendapat
| PIKIRKAN SOLUSI PANJANG |
|
|
|
| Tuesday, 09 December 2008 13:11 |
|
Bandung, (PR) Penanganan musibah banjir harus dilakukan lebih komprehensif oleh pemerintah dari tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Apalagi karena kebijakan anggaran lebih banyak dipegang pemerintah pusat, sementara kejadian bencana dialami pemerintah di daerah. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan hal itu kepada wartawan di Gedung Pakuan, Jln. Oto Iskandardinata Bandung, Sabtu (6/12). Heryawan mengimbau bupati dan wali kota yang daerahnya dilanda bencana alam supaya tidak panik dan bahkan harus memikirkan solusi jangka panjang. Ditambahkannya, kepala daerah di Jabar pun harus responsif dalam menangani dan mengantisipasi terjadinya bencana alam. "Yang penting, sebagai daerah tingkat II harus tetap waspada atas ancaman bencana alam,`` ujar Heryawan. Ia mencontohkan, musibah banjir di Cekungan Bandung, yang harus ditangani secara komprehensif oleh pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Apalagi urusan sungai merupakan kewenangan pemerintah pusat. "Bukan kami cuci tangan, namun kewenangan dan kemampuan anggarannya ada pada pemerintah pusat,`` ujar Heryawan. Diakuinya, dana penanganan bencana alam secara jangka panjang tidak bisa diakomodasi oleh APBD provinsi ataupun kabupaten/kota. Menurut dia, pemerintah di daerah saat ini hanya bisa menangani program penghijauan di hulu Sungai Citarum. Sementara untuk penanganan normalisasi Sungai Citarum tetap harus ditangani pemerintah pusat. Heryawan menandaskan, bantuan saat ini yang bersifat darurat bagi korban bencana alam hanya sesaat. Bantuan itu tidak lantas bisa menghindari terulangnya bencana alam. (A-160)***
Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Selasa 09 Desember 2008 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- PEREKONOMIAN INDONESIA 2010
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- PENANGGULANGAN BANJIR
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008



