Home Di Media Ahmad Heryawan di Media WAPRES BOEDIONO KUNJUNGI LONGSOR DEWATA
WAPRES BOEDIONO KUNJUNGI LONGSOR DEWATA PDF Print E-mail
Wednesday, 24 February 2010 17:35
  Wapres Boediono menyerahkan bantuan yang diterima Bupati Bandung Obar Sobarna disaksikan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat mengunjungi lokasi musibah longsor yang terjadi di perkampungan perkebunan teh Dewata Kelurahan Tenjolaya Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung.

Rabu 24/02/2010 sekitar pukul 13.00 siang, rombongan Wapres Boediono didampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengunjungi lokasi musibah longsor yang terjadi di perkampungan perkebunan teh Dewata Kelurahan Tenjolaya Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung. Longsor yang terjadi pada hari Selasa 23/02/2010 pada pukul 8 pagi meluluhlantakan puluhan rumah warga dan telah menelan puluhan korban jiwa.

Ikut serta dalam rombongan ini, Mensos Salim Segaf Al-Jufri, Meneg PU Joko Kirmanto dan lainnya. Kunjungan rombongan Wapres ke lokasi bencana berlangsung sekitar satu setengah jam, selama itu pula turun hujan lebat. Wapres langsung memasuki masjid di yang masih berdiri kokoh untuk melayat para korban yang dikumpulkan didalamnya.

Setelah itu Boediono menyerahkan bantuan yang kepada Bupati Bandung Obar Sobarna disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Saat kunjungan berlangsung, evakuasi korban masih berjalan dengan menggunakan dua alat berat dengan dibantu para relawan dan TNI POLRI. Timbunan material lumpur merah, batu besar dan pepohonan mengubur dua RW.

"Sekitar 27 rumah tertimbun tanah" tutur Nana (50)

Pria berperawakan sedang ini telah menjadi karyawan kebun teh Dewata selama sepuluh tahun. Saat ini ia sedang berduka karena istri dan anak perempuannya menjadi korban. Nana menambahkan bahwa masih ada puluhan warga yang tertimbun di bawah longsoran tanah, istrinya yang bernama Eti (45 tahun) sudah ditemukan dalam keadaan tewas, namun putrinya yang berusia 16 tahun hingga saat ini belum diketahui nasibnya.

Korban yang sudah berhasil ditemukan hingga pukul 12.00 siang ini (24/2) berjumlah 16 orang. Berikut nama-nama korban yang telah berhasil didentifikasi: Isman (27), Eti (42), Neni (25), Jajang (40), Sahna, Amin, Vanesa (2), Iis (22), Ina (26), Yuli S (22), Otih (55).

"Mereka adalah warga RW 11 dan RW 15" kata Ketua RW 11 Ana Juhana.

Evakuasi dengan dua alat berat masih berlangsung, hanya berhenti sejenak saat hujan turun. Dimungkinkan jumlah korban akan terus bertambah mengingat masih sekitar 60 warga yang dinyatakan hilang.