Home Di Media Ahmad Heryawan di Media PERKERETAAPIAN JABODETABEK SEGERA DIBENAHI
PERKERETAAPIAN JABODETABEK SEGERA DIBENAHI PDF Print E-mail
Friday, 22 January 2010 13:56
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendukung pelaksanaan pengembangan moda transportasi kereta api. Sebagai alat angkut massal, kereta api membutuhkan perhatian khususnya terkait perencanaan dan pembiayaan. Untuk itu diperlukan koordinasi sekaligus pembagian tugas lintas wilayah, seperti Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Rencananya akan dibentuk badan khusus yang melaksanakan program pengembangan kereta api secara terpadu. Adapun nilai investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 7,2 triliun.
 
“Moda transportasi kereta api menjadi prioritas pembangunan dikarenakan fungsinya sebagai angkutan massal. Untuk mengembangkannya, dibutuhkan sarana dan prasarana yang tentunya membutuhkan perencanaan yang terpadu dengan melibatkan pihak terkait, khususnya pemerintahan daerah di Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta,” ujar Heryawan di Gedung Negara Pakuan, Jumat (22/1) pagi.
 
Diyakini, lanjut Heryawan, moda transportasi kereta api dapat menekan permasalahan terkait dengan angkutan arus barang dan manusia. Apalagi saat ini kondisi transportasi di jalan raya cukup memprihatinkan. Dimana, jika dihitung, akibat masalah lalu lintas jalan raya, terjadi inefisiensi sebesar Rp 5,5 triliun per tahun. Sehingga alternatif moda transportasi kereta api cukup menjanjikan. Selain mampu mengangkut massal, juga efisien dan efektif.
 
Untuk itu, dibuat rencana pembangunan dan pengembangan agar pada tahun 2013, moda transportasi kereta api di Jabodetabek mampu mengangkut 3 juta penumpang per hari. Dengan kondisi itu maka terdapat sejumlah manfaat, antara lain; penghematan penggunaan BBM yang mencapai 1.700.000 liter/hari atau setara dengan Rp 7,8 miliar/hari atau Rp 2,8 triliun/tahun. Juga menekan kadar polusi dengan mengurangi emisi karbon hingga 420 ton/hari.
 
Sebelumnya beberapa waktu lalu, Gubernur Jawa Barat bersama 2 Gubernur lainnya, DKI Jakarta dan Banten melaksanakan Rapat Kerja dengan Wakil Presiden Boediono di Istana Wakil Presiden. Rapat kerja itu khusus membahas reaktivasi dan revitalisasi perkeretaapian di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Hadir juga dalam pertemuan itu, Kepala Bappenas, Menteri Perhubungan, Dirut PT Kereta Api dan sejumlah pakar perhubungan.
 
Dalam pertemuan itu, menurut Heryawan terdapat sejumlah penekanan, dimana perlunya segera dilakukan penanganan pembangunan dan pengembangan moda transportasi kereta api. Tentunya perlu komitmen kuat para pihak terkait, khususnya para pimpinan pemerintahan di 3 propinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Tentunya untuk mewujudkan rencana itu, dibutuhkan dukungan investasi, kemudahan regulasi, perencanaan yang baik, dan penegakan prinsip transparansi dan akuntabilitas. “Nilai investasi yang dibutuhkan hingga tahun 2013 diperkirakan mencapai Rp 7,2 triliun,” jelasnya.