Home Di Media Ahmad Heryawan di Media PENYALURAN RASKIN SURUTKAN HARGA BERAS
PENYALURAN RASKIN SURUTKAN HARGA BERAS PDF Print E-mail
Thursday, 21 January 2010 15:16
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan terjadinya kenaikan harga beras yang melanda di sejumlah wilayah, diyakini hanya sementara saja. Kondisi musim penghujan dan tersendatnya distribusi beras dari sentra produksi ke sejumlah pasar menjadi penyebabnya. Kondisi itu diharapkan dapat segera teratasi seiring penyaluran beras miskin (raskin) yang akan tuntas 100 persen pada akhir Januari 2010 ini.

Menurut Heryawan, saat ini penyaluran raskin untuk januari 2010 sudah terealisir sekitar 10.000 ton atau 30 persen. Direncanakan akhir Januari 2010 sudah tersalur 100 persen. Bahkan penyaluran bulan Februari juga disalurkan secara keseluruhan. Meski saat ini masih terdapat sejumlah Bupati/Walikota masih memproses administrasi. Namun hal itu tidak menghambat proses distribusi raskin.

Penyaluran raskin, lanjut Heryawan tidak hanya membantu ketahanan pangan pada tingkat keluarga tetapi juga berpengaruh positif terhadap stabilisasi harga beras di pasar. Program ini juga membantu pembelian gabah dan beras yang dihasilkan petani. Melalui pengadaan beras raskin diharapkan memacu produksi beras dalam negeri sehingga swasembada beras tetap dapat dipertahankan.

“Penyaluran raskin diyakini sangat efektif dalam menekan harga pasar. Apalagi jumlah rumah tangga sasaran (RTS)  penerima raskin di Jawa Barat mencapai 25 persen dari total penduduk. Secara psikologis maupun faktual dampak dari lancarnya penyaluran raskin akan sangat berpengaruh pada harga beras,” ujar Heryawan.

Berdasarkan data Badan Urusan Logistik (Bulog) Jawa Barat, kenaikan harga beras yang terjadi di kelas premium atau super mencapai 10 persen. Sementara untuk kelas medium atau biasa kenaikan maksimal hanya 5 persen. Di sejumlah daerah di Jawa Barat, kenaikan harga beras rata-rata mencapai Rp 1000 per kilogram.