Home Di Media Ahmad Heryawan di Media GUBERNUR SERAHKAN IUP GEOTERMAL
GUBERNUR SERAHKAN IUP GEOTERMAL PDF Print E-mail
Tuesday, 19 January 2010 06:19
Bandung, Kompas - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyerahkan izin usaha penambangan (IUP) energi panas bumi atau geotermal di wilayah Gunung Tangkubanparahu dan Gunung Tampomas kepada dua perusahaan konsorsium, Senin (18/1) di Bandung. Kedua konsorsium itu memulai eksplorasi geotermal pada Februari 2010.

Kedua konsorsium pemenang tender geotermal itu ialah PT Tangkubanparahu Geothermal Power yang memiliki hak eksplorasi di Tangkubanparahu dan PT Wijaya Karya Jabar Power yang memiliki kawasan eksplorasi di Gunung Tampomas.

IUP bagi kedua perusahaan itu sebenarnya telah ditandatangani pada November 2009. Namun, baru pada Senin izin itu bisa diserahkan secara resmi. "Mereka memiliki waktu enam bulan sejak IUP ditandatangani November 2009 untuk melakukan eksplorasi awal. Jika tidak ada kegiatan apa pun dalam enam bulan, IUP bisa dicabut," kata Heryawan.

Selain dua lokasi itu, wilayah Cisolok-Sukarame di Kabupaten Sukabumi juga ditenderkan dalam tender geotermal November 2008. Namun, IUP untuk wilayah itu langsung diberikan Bupati Sukabumi sebab lokasi penambangan murni berada di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Menurut catatan Dinas Energi Sumber Daya Energi dan Mineral Jabar, ketiga wilayah itu memiliki potensi listrik 220 megawatt (MW). Rinciannya, Tangkubanparahu 110 MW, Tampomas 50 MW, dan Cisolok-Sukarame 50 MW.

Komisaris PT Tangkubanparahu Geothermal Power Antonius Hartono mengatakan, pihaknya dalam dua tahun ke depan melakukan studi terlebih dulu terhadap kawasan konsesi penambangan seluas 44.000 hektar di Tangkubanparahu. Menurut aturannya, tidak semua lahan konsesi diperbolehkan ditambang. Lahan konsesi yang boleh ditambang maksimal 10.000 hektar.

"Kami perlu menentukan titik-titik mana saja yang berpotensi menghasilkan panas bumi. Setelah tiga tahun, baru bisa dibuat sumur di titik-titik yang dimaksud dan mulai berproduksi," ujarnya. Direktur Utama PT Wijaya Karya Jabar Power Akmal Malik menambahkan, pihaknya menargetkan kawasan Gunung Tampomas bisa dibor pada 2011. Setelah itu pembangkit tenaga (power plant) bisa mulai dibangun pada pertengahan tahun yang sama dan rampung pada 2014. (REK)

 


Sumber: Harian Kompas, Selasa 19 Januari 2010