Info Terakhir
- GUBERNUR BUKA PELATIHAN BAGI PEREMPUAN
- GUBERNUR JABAR DORONG INVESTASI AUSTRIA DI JAWA BARAT
- NETTY HERYAWAN TERJUNKAN GURU PRIVAT KE BALEENDAH
- CANANGKAN PROYEK INFRASTRUKTUR RATUSAN MILIAR DI BEKASI
- AGENDA GUBERNUR - RABU, 10 MARET 2010
- RATUSAN RUMAH DI KADUNGORA TERENDAM BANJIR
- BIRO IKLAN DIDENDA Rp 255 JUTA
- LUBANG BESAR GANGGU AKSES JALAN
- JALUR PURWAKARTA-CIANJUR TERPUTUS
- SUDAH LAYAKKAH KOTA BEKASI MERAIH ADIPURA ?
Pengunjung
We have 125 guests onlineJajak Pendapat
| PEMPROV JABAR TINGKATKAN INFRASTRUKTUR |
|
|
|
| Tuesday, 19 January 2010 08:32 |
|
Bandung (SI) – Pembebasan lahan untuk proyek pembangunan ruas dalam kota Tol Cicaheum-Pasteur diharapkan selesai tahun ini.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran hingga Rp1,1 triliun untuk menyukseskan proyek pembangunan ini.Pihaknya akanmembentukbadanusahamilik daerah(BUMD) barusebagaipengelola proyek pembangunan. ”Untuk saat ini, kami kerja samakan dulu dengan PT Jasa Sarana. Tapi, ke depannya kami akan membuat BUMD baru. Saya berharap pembebasan lahan pembangunan tol ini dapat selesai tahun ini,” kata Heryawan seusai menghadiri acara pembukaan Rapimprov Kadin Jabar di Hotel Savoy Homann,kemarin. Menurut dia, perbaikan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama untuk menggenjot laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jabar pada 2010 ini. Selama ini infrastruktur, terutama jalan di Jabar, menjadi kendala utama. Dia menjelaskan, tahun ini fokus pembiayaan pembangunan dilakukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, khususnya jalan. Dengan alokasi anggaran yang ada, diharapkan kondisi jalan di Jabar 93% mantap (kategori sedang dan baik). Hingga saat ini,kondisi jalan sudah mencapai 87% mantap. Untuk tahun berikutnya, pemprov tetap menjalankan alokasi anggaran fokus yang akan dialokasikan untuk mendorong sejumlah sektor yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Nilai alokasi anggaran fokus tersebut mencapai Rp500 miliar. ”Khusus untuk tahun ini, anggaran fokus sebesar Rp500 miliar dialokasikan untuk perbaikan dan peningkatan kualitas infrastruktur. Sementara, untuk pendidikan tetap dialokasikan sebesar 20% dari APBD,”sebut dia. Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengatakan, pada akhir 2009 kondisi jalan nasional baru mencapai 89% dengan kondisi mantap, sepanjang 84.895 km. Selain itu pada tahun lalu luas jalan tol mencapai 131,35 km selesai dibangun,termasuk Jembatan Suramadu.”Untuk menyelamatkan industri nasional dari serbuan produk- produk impor terutama asal China, perlu dilakukan beberapa upaya, salah satunya peningkatan infrastruktur,”kata Hidayat. Perbaikan infrastruktur ini diharapkan bisa menjadi pendorong pemenuhan target pertumbuhan industri pada 2010 hingga 2014 mendatang. Dia mengatakan, selama empat tahun tersebut,pihaknya menargetkan rata-rata pertumbuhan industri mencapai 6,79% dan pertumbuhan tertinggi diharapkan tercatat pada 2014 sebesar 9,79%. Pertumbuhan tersebut, kata dia,diyakini mampu ikut membendung penguasaan pasar dalam negeri yang kini terancam produk China sebagai konsekuensi pemberlakuan skema perjanjian ACFTA. Pembendungan arus barang impor itu juga didukung kebijakan pemerintah yang membatasi pintu masuk perdagangan luar negeri di beberapa titik, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Tanjung Perak,Surabaya,Tanjung Emas,Semarang, Belawan, Medan, Makassar, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Djuanda, dan Pelabuhan Dumai untuk produk makanan. (irvan christianto)
Sumber: Harian Seputar Indonesia, Selasa 19 Januari 2010 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- STIMULUS DAN EFEKTIVITAS KEBIJAKAN FISKAL
- MAJALENGKA DAPAT JATAH 368 CPNS



