Home Di Media Ahmad Heryawan di Media KAMIS INI, GUBERNUR LANTIK 2 KEPALA DAERAH
KAMIS INI, GUBERNUR LANTIK 2 KEPALA DAERAH PDF Print E-mail
Thursday, 04 December 2008 12:25

BANJAR, (PR).-

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Kamis (4/12) ini akan melantik dua kepala daerah yakni Wali Kota/Wakil Wali Kota Banjar H. Herman Sutrisno/H. Akhmad Dimyati (Hati) dan Bupati/Wakil Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda/H. Momon Rochmana.

Bersamaan dengan pelantikan Wali Kota/Wakil Wali Kota Banjar dalam Rapat Paripurna Khusus DPRD Kota Banjar, pasangan Hati juga akan menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai pasangan kepala daerah yang memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan langsung di Indonesia.

Ketua DPRD Kota Banjar Unen Astramanggala, Rabu (3/12) mengemukakan, proses persiapan pelantikan sekaligus penyerahan sertifikat Muri, sudah tuntas. Ia mengharapkan pelantikan akan berjalan dengan lancar. "Kami sudah mengirimkan 1.500 undangan untuk pelantikan ini. Kalau dari pihak Muri, informasi sementara Pak Jaya Suprana akan datang untuk menyerahkan sertifikat rekor Muri," katanya.

Pasangan Hati akan tercatat di Muri setelah dalam pemilihan wali kota pada 26 Oktober, memperoleh jumlah suara mutlak yaitu 90.220 atau 92,1 persen. Jumlah tersebut merupakan perolehan suara terbanyak di Indonesia. Sebelumnya, Muri mencatat rekor untuk Bupati Jembrana dengan perolehan suara 88,6 persen.

Sementara itu, Herman Sutrisno didampingi istrinya Ny. Ade Uu Sukaesih, memohon doa restu dan dukungan dari seluruh komponen masyarakat Banjar, untuk kembali menjalankan tugas sebagai kepala daerah.

Ada beberapa prioritas yang harus dikerjakan oleh Wali Kota Herman Sutrisno setelah dilantik. Pertama, pembahasan RAPBD Tahun 2009, pengisian jabatan untuk struktur organisasi tata kerja (SOTK) yang baru, dan penyusunan rencana pembangunan Banjar untuk lima tahun ke depan.

Dijaga 1.050 petugas

Sementara itu, pelantikan Bupati/Wakil Bupati Kuningan dalam Sidang Pleno Istimewa DPRD Kab. Kuningan, akan dijaga sedikitnya oleh 1.050 petugas keamanan yang dikerahkan dari berbagai kesatuan, yakni Polres Kuningan, Kodim 0615 Kuningan, Kesbang, Dinas Perhubungan, dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Panitia telah menyebarkan 1.500 undangan kepada masyarakat Kab. Kuningan dari berbagai lapisan termasuk para pengurus RT/RW, kades, dan sejumlah warga Kuningan yang merantau ke berbagai daerah. "Segala sesuatunya sudah kami persiapkan dan mudah-mudahan berjalan lancar selama pelaksanaan," tutur Kabag Humas Pemkab Kuningan H. Lili Suherli, Rabu (3/12).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Kuningan semula menjadwalkan pelantikan Bupati/Wakil Bupati Kuningan terpilih pada 20 Desember 2008. Pasangan Aang Hamid Suganda/Momon Rochmana ditetapkan sebagai pasangan Bupati/Wakil Bupati Kuningan terpilih dengan mengumpulkan suara terbanyak yakni 394.588 suara (73,52%) pada 18 Oktober 2008.

DPRD Kab. Kuningan pun langsung membuat surat usulan ke Mendagri melalui Gubernur Jabar, agar dibuatkan keputusannya dan melantik bupati terpilih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Keputusan Mendagri turun pada akhir November, sehingga Gubernur Jabar langsung mengundang rapat Ketua DPRD Kab. Kuningan H. Yudi Budiana dan Sekda Kuningan H. Djamaludin Noer, di Bandung. Hasil pertemuan tersebut memutuskan acara pelantikan dilaksanakan pada 4 Desember 2008, melalui sidang pleno istimewa DPRD.

Yudi mengemukakan, dipercepatnya pelantikan dan pengucapan sumpah janji Bupati/Wakil Bupati Kuningan terpilih menjadi 4 Desember, tidak menyalahi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ia menjelaskan, menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, paling lama 30 hari setelah penetapan KPU dan tidak ada gugatan, maka Mendagri bisa mengesahkannya. Artinya, 30 hari setelah penetapan KPU pada 18 Oktober 2008, maka sejak 19 November 2008 sebenarnya Gubernur Jabar sudah bisa melantik bupati terpilih, tidak mesti tanggal 20 Desember.

"Kondisi dan situasi di Kab. Kuningan pascapilkada hingga saat ini tetap kondusif, sehingga kalau tidak ada gugatan dan tidak ada permasalahan, kenapa pelantikan harus ditunda-tunda," kata Yudi. (A-97/A-165)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Kamis 04 Desember 2008

 

Slide


hade.jpg

Berita Lain