HIV/AIDS DI JABAR PDF Print E-mail
Wednesday, 01 July 2009 14:04
Bandung, Kompas - Pengidap HIV/AIDS di Jawa Barat hingga Maret 2009 mencapai 4.520 orang. Jumlah ini termasuk kategori berbahaya, apalagi mayoritas pengidap berasal dari kelompok usia produktif.

"Jabar dalam situasi darurat dalam penanganan dan penanggulangan HIV/AIDS. Dibutuhkan upaya keras agar kasus penularan baru tidak bertambah banyak," kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat membuka Rapat Koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jabar di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (30/6).

Menurut Heryawan, hingga Maret 2009, jumlah kasus HIV/AIDS di Jabar mencapai 4.520 orang yang meliputi 2.682 pengidap AIDS dan 1.838 pengidap HIV positif. Khusus AIDS, jumlah kasus di Jabar termasuk terbanyak di Indonesia.

Ia mengatakan, pengidap HIV/AIDS di Kota Bandung terbanyak di Indonesia, yakni 1.763 orang, disusul Kota Bekasi 589 kasus dan Kota Bogor 217 kasus. Kasus ini juga banyak ditemukan di kota-kota kecil dan menengah, seperti Kota Sukabumi 392 kasus, Subang 135 kasus, dan Karawang 125 kasus.

"Selain tingginya kasus HIV/AIDS, indikator lain adalah banyaknya penduduk usia produktif terkena HIV/AIDS. Data KPA Jabar menyebutkan, jumlah pengidap yang berumur 15-49 tahun mencapai 3.838 orang," kata Heryawan.

Melihat kondisi ini, Heryawan mengatakan sudah saatnya daerah menetapkan program kerja prioritas penanggulangan HIV/AIDS. Jika didukung dengan dana dan kemauan yang besar, penanggulangan HIV/AIDS di Jabar diyakini dapat berjalan dengan baik.

"Masyarakat diharapkan mendukung (program prioritas penanggulangan). Kuncinya sederhana, yaitu hindari perilaku seks bebas dan penggunaan narkotika jarum suntik secara bergiliran," ujarnya.

Bantuan dana

Tentang bantuan dana dari provinsi, dia mengatakan, setiap tahun selalu menetapkan kasus HIV/AIDS sebagai prioritas penanggulangan. Untuk tahun 2009, misalnya, sektor kesehatan mendapatkan dana 4,5 persen dari APBD provinsi Rp 8,6 triliun. Setengah dari dana sektor kesehatan itu diperuntukkan bagi penanggulangan HIV/AIDS.

Selain dana dari provinsi, mulai Juli 2009 hingga Juli 2011, Jabar juga mendapat bantuan dari Global Fund ronde kedelapan sebesar Rp 17 miliar. Menurut Heryawan, dana itu akan dibagikan ke delapan kota dan kabupaten. Daerah yang akan mendapatkan dana itu adalah Kota Bandung, Kota Bogor, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Karawang.

Sekretaris KPA Nasional Nafsiah Mboi mengatakan hal sama. Menurut dia, kondisi perkembangan kasus AIDS di Jabar memerlukan penanganan serius. Ia memberikan contoh dari data KPA Jabar hingga Maret 2009, yaitu bahwa kasus ibu rumah tangga yang terinfeksi AIDS ternyata jauh lebih tinggi ketimbang pekerja seks. Kasus ibu rumah tangga sebanyak 429 orang. Jumlah itu jauh lebih besar dari penularan pada pekerja seks sebanyak 259 orang.

"Hal itu menandakan masih minimnya penggunaan kondom sekaligus memperlihatkan tingginya kasus seks bebas. Banyak ibu rumah tangga terinfeksi akibat perilaku seks suami mereka," katanya. (CHE)

 


Sumber: Harian Kompas, Rabu, 01 Juli 2009
 

Slide


riceterraces.jpg

Berita Lain