Info Terakhir
- GUBERNUR BUKA PELATIHAN BAGI PEREMPUAN
- GUBERNUR JABAR DORONG INVESTASI AUSTRIA DI JAWA BARAT
- NETTY HERYAWAN TERJUNKAN GURU PRIVAT KE BALEENDAH
- CANANGKAN PROYEK INFRASTRUKTUR RATUSAN MILIAR DI BEKASI
- AGENDA GUBERNUR - RABU, 10 MARET 2010
- RATUSAN RUMAH DI KADUNGORA TERENDAM BANJIR
- BIRO IKLAN DIDENDA Rp 255 JUTA
- LUBANG BESAR GANGGU AKSES JALAN
- JALUR PURWAKARTA-CIANJUR TERPUTUS
- SUDAH LAYAKKAH KOTA BEKASI MERAIH ADIPURA ?
Pengunjung
We have 416 guests onlineJajak Pendapat
| WASPADAI KEBAKARAN HUTAN |
|
|
|
| Saturday, 27 June 2009 07:49 |
|
Warga Diminta tidak Membersihkan Lahan Garapan dengan Api
Soreang, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan. Keterbatasan sarana, prasarana, alat, dan personel yang selama ini menjadi kendala penanganan kebakaran hutan, diharapkan bisa diatasi dengan adanya peran serta aktif masyarakat di sekitar hutan. Salah satu peran serta aktif yang dimaksud Heryawan ialah penghentian pembakaran lahan yang kerap dilakukan masyarakat saat akan membersihkan tanah garapan mereka. Selama ini, pembakaran terbuka semacam itu paling berisiko menyebabkan kebakaran hutan. "Daripada membakar, lebih baik melakukan composting yang justru akan memberikan nilai tambah," kata Heryawan seusai memimpin Apel Siaga Kebakaran Hutan di Bumi Perkemahan Rancaupas, Kec. Rancabali, Kab. Bandung, Jumat (26/6). Ia mengakui, sudah ada pengurangan luas areal hutan yang terbakar dalam dua tahun terakhir. Jika pada tahun 2007 areal hutan yang terbakar sekitar 1.246 hektare, tahun 2008 luas hutan yang terbakar berkurang menjadi 1.157 hektare. "Pengurangannya memang belum signifikan, tetapi yang penting sudah ada ikhtiar. Tahun ini pun diharapkan luas areal hutan yang terbakar bisa dipersempit lagi," ucapnya seraya berharap agar bekas lahan yang terbakar kembali diremajakan dengan tanaman produktif. Untuk peremajaannya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menganggarkan dana Rp 30 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2009. Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat Anang Sudarna menyebutkan, sejumlah wilayah hutan yang selama ini rawan kebakaran. Wilayah tersebut antara lain Gunung Ciremai yang memiliki 100-150 hektare padang ilalang yang rentan terbakar. Selain itu, di wilayah pertemuan Bandung-Garut, Tasikmalaya, dan Kab. Bandung. "Pada dasarnya, hutan yang ada di Jawa Barat berada di wilayah yang lembap sehingga kebakaran tidak bisa dipicu begitu saja oleh teriknya sengatan matahari. Kebakaran terjadi jika ada faktor kesengajaan, seperti pembakaran hutan terbuka atau pembuangan puntung rokok yang masih menyala," kata Anang. Sementara itu, dalam apel tersebut, juga diperagakan simulasi penanganan kebakaran hutan yang dilakukan petugas dari Manggala Agni Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dengan bantuan dari masyarakat sekitar hutan. Bersama-sama mereka berupaya mempersempit menjalarnya api di lahan yang terbakar sembari mencoba memadamkan api yang membesar. (A-184)***
Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Sabtu 27 Juni 2009 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- STIMULUS DAN EFEKTIVITAS KEBIJAKAN FISKAL
- MAJALENGKA DAPAT JATAH 368 CPNS



