Home Di Media Ahmad Heryawan di Media WASPADAI KEBAKARAN HUTAN
WASPADAI KEBAKARAN HUTAN PDF Print E-mail
Saturday, 27 June 2009 07:49
Warga Diminta tidak Membersihkan Lahan Garapan dengan Api

Soreang, (PR).-
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan. Keterbatasan sarana, prasarana, alat, dan personel yang selama ini menjadi kendala penanganan kebakaran hutan, diharapkan bisa diatasi dengan adanya peran serta aktif masyarakat di sekitar hutan.

Salah satu peran serta aktif yang dimaksud Heryawan ialah penghentian pembakaran lahan yang kerap dilakukan masyarakat saat akan membersihkan tanah garapan mereka. Selama ini, pembakaran terbuka semacam itu paling berisiko menyebabkan kebakaran hutan.

"Daripada membakar, lebih baik melakukan composting yang justru akan memberikan nilai tambah," kata Heryawan seusai memimpin Apel Siaga Kebakaran Hutan di Bumi Perkemahan Rancaupas, Kec. Rancabali, Kab. Bandung, Jumat (26/6).

Ia mengakui, sudah ada pengurangan luas areal hutan yang terbakar dalam dua tahun terakhir. Jika pada tahun 2007 areal hutan yang terbakar sekitar 1.246 hektare, tahun 2008 luas hutan yang terbakar berkurang menjadi 1.157 hektare.

"Pengurangannya memang belum signifikan, tetapi yang penting sudah ada ikhtiar. Tahun ini pun diharapkan luas areal hutan yang terbakar bisa dipersempit lagi," ucapnya seraya berharap agar bekas lahan yang terbakar kembali diremajakan dengan tanaman produktif. Untuk peremajaannya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menganggarkan dana Rp 30 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2009.

Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat Anang Sudarna menyebutkan, sejumlah wilayah hutan yang selama ini rawan kebakaran. Wilayah tersebut antara lain Gunung Ciremai yang memiliki 100-150 hektare padang ilalang yang rentan terbakar. Selain itu, di wilayah pertemuan Bandung-Garut, Tasikmalaya, dan Kab. Bandung.

"Pada dasarnya, hutan yang ada di Jawa Barat berada di wilayah yang lembap sehingga kebakaran tidak bisa dipicu begitu saja oleh teriknya sengatan matahari. Kebakaran terjadi jika ada faktor kesengajaan, seperti pembakaran hutan terbuka atau pembuangan puntung rokok yang masih menyala," kata Anang.

Sementara itu, dalam apel tersebut, juga diperagakan simulasi penanganan kebakaran hutan yang dilakukan petugas dari Manggala Agni Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dengan bantuan dari masyarakat sekitar hutan. Bersama-sama mereka berupaya mempersempit menjalarnya api di lahan yang terbakar sembari mencoba memadamkan api yang membesar. (A-184)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Sabtu 27 Juni 2009
 

Slide


krde_barayageulis.jpg

Berita Lain