Home Di Media Ahmad Heryawan di Media HERYAWAN CICIPI BROWNIS GANYOL
HERYAWAN CICIPI BROWNIS GANYOL PDF Print E-mail
Friday, 26 June 2009 21:42
Aneka kreativitas hasil olahan makanan berbahan dasar produk lokal dipamerkan dalam ajang Festival Keanekaragaman Makanan Khas Jawa Barat tahun 2009, di Cihampelas Walk, Jumat (26/6) siang. Sedikitnya ada empat puluh stand pameran aneka makanan khas Jawa Barat dan aneka hasil karya makanan kreatif dari ibu-ibu PKK se Jawa Barat. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat.

Brownis terbuat dari tepung ganyol mendapat perhatian khusus gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersama istrinya selaku Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Netty Heryawan. Gubernur beserta istri mencicipi brownis yang disodorkan penjaga stand dari PKK Kabupaten Bogor. “Enak rasanya tidak ada bedanya dengaan rasa brownis yang ada di pasaran”, kata gubernur seusai mencicipi.

Pengemasan dan promosi produk makanan khas Jabar masih kalah jika dibanding produk pabrikan yang sudah terkenal. Jangan hanya berhenti pada acara pameran seperti ini, produk makanan lokal harus didorong dan dikembangkan menjadi produk makanan olahan yang bisa bersaing dengan produk yang sudah eksis. Heryawan optimis produk makanan berbahan dasar lokal jika dikemas dan dipromosikan secara bagus akan mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Aneka produk kreatif makanan yang terbuat dari bahan lokal karya ibu-ibu PKK dipamerkan seperti, awug, brownis ubi jalar, brownis ganyol, talas bakar isi coklat, talas tiramisu, katetong ubi jalar, souffle ubi jalar, dan lain-lain. Kreativitas ibu-ibu PKK ini dibawah bimbingan dari pendamping UNPAD dan HNI Bandung.

Gubernur Jawa Barat  Ahmad Heryawan menyatakan  selama ini Jawa Barat dikenal dengan kekayaan  wisata kuliner yang memiliki kekhasan tersendiri.  Baik yang berupa makanan maupun minuman. Hal ini pulalah, menjadi salah satu alasan  yang menempatkan Jawa Barat sebagai daerah tujuan utama wisata nasional, menempati urutan ketiga setelah Provinsi Bali dan DKI Jakarta.

“Pemerintah daerah akan terus mendorong para pelaku industri pengolahan pangan. Selain mampu mendorong laju perekonomian, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, diakui para pelaku bisnis ini terbukti mampu menghadapi krisis,” ujar Heryawan.

Sampai saat ini sektor perdagangan, hotel dan restoran yang didukung pariwisata masih menjadi salah satu sektor unggulan perekonomian Jawa Barat. Hal itu dibuktikan dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat tahun 2008 sebesar 14,90%.  Sedangkan kontribusi terbesar diberikan sektor industri pengolahan sebesar 35,40%.  Kondisi itu mendorong laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jawa Barat sebesar 5,90%.

Tingkat pencapaian yang cukup baik itu, tidak terlepas dari peran strategis para pelaku industri pengolahan di Jawa Barat.  Termasuk  dengan diadakannya festival makanan. Untuk itu, Heryawan menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada semua pihak terkait. “Kedepan, mari kita perkokoh pondasi perekonomian Jawa Barat melalui penguatan industri pengolahan, agar memberikan multiplier effect yang signifikan terhadap sektor unggulan lainnya,” tutur Heryawan.

Untuk itu, Heryawan meminta agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama pihak terkait  membantu para pelaku industri, khususnya industri kecil rumah tangga (IKRT) serta industri kecil dan menengah (IKM).  Para pelaku bisnis tersebut harus dibimbing guna menciptakan produk yang berkualitas, aman, sehat dan halal, juga menarik minat para konsumen.
 

Slide


lantikbupatimajalengka.jpg

Berita Lain