Info Terakhir
- AGENDA GUBERNUR - RABU, 10 MARET 2010
- RATUSAN RUMAH DI KADUNGORA TERENDAM BANJIR
- BIRO IKLAN DIDENDA Rp 255 JUTA
- LUBANG BESAR GANGGU AKSES JALAN
- JALUR PURWAKARTA-CIANJUR TERPUTUS
- SUDAH LAYAKKAH KOTA BEKASI MERAIH ADIPURA ?
- DANA BENCANA BERMASALAH
- 350 PERAHU TRADISIONAL BERLABUH
- GABAH HASIL PANEN PETANI CIANJUR ANJLOK DRASTIS
- KEPALA DINAS MEMBANTAH PENJUALAN TOKO DI CIPANAS
Pengunjung
We have 231 guests onlineJajak Pendapat
| HERYAWAN MINTA CEGAH KEBAKARAN HUTAN |
|
|
|
| Friday, 26 June 2009 21:37 |
|
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan peran hutan yang strategis menuntut kita untuk menjaga kelestariannya. Hutan merupakan komponen utama menjaga keseimbangan alam secara keseluruhan. Disamping memiliki fungsi ekonomi dan sosial budaya, hutan juga memiliki fungsi ekologis yang berpengaruh pada ketersediaan oksigen, air dan sumber plasma nutfah.
“Hutan harus kita jaga, adapun pemanfaatannya harus dilaksanakan secara bijak dengan prinsip keberlanjutan. Karena hutan menyediakan banyak sumber kehidupan. Untuk itu kita mengenal slogan “No Forest, No Water and No Life”,” tegas Heryawan saat mencanangkan Pengendalian Kebakaran Hutan Tingkat Propinsi Jawa Barat di Bumi Perkemahan Ranca Upas Kabupaten Bandung, Jumat (26/6) pagi. Lebih lanjut Heryawan menjelaskan saat ini luas kawasan hutan Jawa Barat mencapai 816.603 hektar atau sekitar 22,9 persen dari total luas daratan 3,7 juta hektar. Kondisi tersebut menjadikan hutan sebagai penyangga lingkungan sekaligus tempat mencari penghasilan bagi 42 juta warga Jawa Barat. Sehingga tidak heran bila terjadi kerusakan kawasan hutan di sejumlah tempat di Jawa Barat dengan cakupan yang cukup luas. Berdasarkan data Dinas Kehutanan Pemprop Jabar, dalam 5 tahun terakhir kawasan hutan seringkali didera bencana kebakaran, khususnya di musim kemarau. Baik di hutan produksi hutan lindung maupun hutan konservasi. Meski demikian, melalui tindakan dan kebijakan yang cepat dan tepat, Pemerintah Propinsi Jawa Barat berhasil menekan laju kerusakan hutan tersebut. Menurut Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat, Anang Sudarna pihaknya bersama pihak terkait berhasil menekan luasan kebakaran dari semula 1.246 hektar pada tahun 2007 menjadi 1.157 hektar pada tahun 2008. “Bahkan dalam 3 tahun terakhir, Alhamdulillah berhasil menurunkan luasan dan jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan,” ujar Anang. Meski demikian masih ada sejumlah kendala dalam penanggulangan kebakaran hutan seperti jumlah aparatur yang minim, sarana dan prasarana belum memadai. Namun hal itu bukan menjadi alasan mendasar. “Kita harus dapat dan mampu menggalang masyarakat sekitar hutan untuk peduli terhadap kelestarian hutan,” tegas Heryawan. Pemrprop melalui Dinas Kehutanan Jawa Barat, berupaya mengkoordinasikan dan mensinergikan pengendalian dan pengamanan dari kebakaran hutan. Diantaranya dengan program Masyarakat Desa Hutan (MDH) dalam Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Peran aktif masyarakat diharapkan mampu mewujudkan pengelolaan hutan lestari untuk kesejahteraan masyarakat sekitar hutan dapat diwujudkan. |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- STIMULUS DAN EFEKTIVITAS KEBIJAKAN FISKAL
- MAJALENGKA DAPAT JATAH 368 CPNS



