Home Di Media Ahmad Heryawan di Media FOKUS SIAPKAN SDM HANDAL
FOKUS SIAPKAN SDM HANDAL PDF Print E-mail
Thursday, 25 June 2009 15:21
GEMA GEDUNG SATE

"Khususnya di daerah-daerah yang mempunyai keunggulan lokal dalam bidang pertanian, kelautan, industri dan pariwisata."

AHMAD HERYAWAN
Gubernur Jabar

 

Era globalisasi dan modernisasi memaksa semua orang untuk membekali diri dengan keahlian dan keseriusan dalam memperoleh atau menciptakan lapangan pekerjaan. Tantangan itu makin berat menyusul upaya keras semua negara maju untuk keluar dari krisis global. Dampaknya, secara tidak langsung juga mempengaruhi negara berkembang seperti Indonesia yang di dalamnya termasuk Provinsi Jawa Barat.

Untungnya, banyak pihak meyakini krisis keuangan global tidak besar pengaruhnya ke Indonesia. Dasarnya, negeri ini memiliki banyak sektor agribisnis dan sektor Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) yang tidak tergantung bahan baku impor.

Karena itu pula Gubernur Jabar Ahmad Heryawan terus mendorong semua Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD)-nya untuk meningkatkan sektor agribisnis dan KUKM dengan didasari penciptaan sumber daya manusia (SDM) yang handal.
Menurutnya, Jabar merupakan provinsi kaya potensi sumber daya ekonomi. Kontribusi tertinggi untuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) diberikan oleh tiga sektor unggulan, yaitu sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor pertanian. Bahkan, pada 2008 kontribusi tiga sektor itu mencapai lebih dari 50 persen.

Sayangnya, lanjut Heryawan, tingkat penyerapan tenaga kerja asal Jabar pada sektor unggulan tersebut masih jauh dari asa. Akibatnya angka pengangguran terbuka di Jabar pada 2008 mencapai 2,26 juta orang, atau 12,08 persen dari total angkatan kerja Jabar yang sebesar 18,74 juta orang.

"Penyebab utamanya karena masih rendahnya kompetensi para pencari kerja asal Jawa Barat, sehingga tidak terserap di lapangan kerja yang tersedia," tegas Heryawan saat melepas lulusan siswa di lingkungan Yayasan Darmaloka Tahun 2008/2009, yakni Bina Siswa SMA Plus Cisarua-Bandung Barat, SPP-SPMA Tanjungsari, SPP-SPMA Gegerkalong, SPP-SNAKMA Cikole dan SMK Pekerjaan Umum di Gedung Sate, Kamis (18/ 6) siang.

Heryawan sangat menyadari coal pentingnya ketersediaan SDM yang handal dan berkualitas. Kini, pihaknya menggulirkan sejumlah program pelatihan bagi para pencari kerja melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar. Juga melalui misi kedua Pemprov Jabar, yakni meningkatkan pembangunan ekonomi regional berbasis potensi lokal yang harus didukung program pendidikan menengah kejuruan berbasis kompetensi dan keunggulan lokal di daerah.

"Khususnya di daerah-daerah yang mempunyai keunggulan lokal dalam bidang pertanian, kelautan, industri dan pariwisata. Program pendidikan nonformal ini akan difokuskan kepada anak-anak dan remaja putus sekolah karena tidak mampu, untuk bisa bekerja pada sektor informal. Sehingga diharapkan mereka dapat meningkatkan taraf hidupnya secara mandiri," tutur Heryawan.

Pemprov Jabar sekarang juga sudah menjadikan keberadaan SMK/SPP-SPMA untuk memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis. Tidak hanya sebagai jalur pendidikan formal, tapi juga sebagai penyedia tenaga kerja terampil yang dibutuhkan untuk mendukung laju pembangunan daerah.

"Terutama pada pengembangan pertanian tanaman pangan dan holtikultura, perikanan, peternakan dan pengembangan infrastruktur daerah," papar Heryawan. (*/adv)

 


Sumber: Harian Tribun Jabar, Kamis 25 Juni 2009
 

Slide


puncakpass.jpg

Berita Lain