Info Terakhir
- GUBERNUR BUKA PELATIHAN BAGI PEREMPUAN
- GUBERNUR JABAR DORONG INVESTASI AUSTRIA DI JAWA BARAT
- NETTY HERYAWAN TERJUNKAN GURU PRIVAT KE BALEENDAH
- CANANGKAN PROYEK INFRASTRUKTUR RATUSAN MILIAR DI BEKASI
- AGENDA GUBERNUR - RABU, 10 MARET 2010
- RATUSAN RUMAH DI KADUNGORA TERENDAM BANJIR
- BIRO IKLAN DIDENDA Rp 255 JUTA
- LUBANG BESAR GANGGU AKSES JALAN
- JALUR PURWAKARTA-CIANJUR TERPUTUS
- SUDAH LAYAKKAH KOTA BEKASI MERAIH ADIPURA ?
Pengunjung
We have 62 guests onlineJajak Pendapat
| KASUS TKI, 85% TIDAK DIGAJI MAJIKAN |
|
|
|
| Thursday, 25 June 2009 15:17 |
|
Dubes RI untuk Arab Saudi Upayakan Asuransi
Bandung (SI) -Banyak kasus ketenagakerjaan yang dihadapi tenaga kerja Indonesia (TKI) diArab Saudi. Kasus terbanyak, yakni 85%, adalah persoalan para pahlawan devisa yang tidak dibayarkan gajinya. Hal itu diungkapkan Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Arab Saudi Salim Segaf Aljufri saat bertemu Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Sate kemarin. Sisanya, kata dia, 15% adalah kasus kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan majikan. Menurut Salim, untuk perlindungan TKI, Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi akan menjajaki kerja sama asuransi kepada TKI saat akan diberangkatkan ke negara tujuan. "Saat ini,jumlah TKI yang bekerja di Arab Saudi sekitar 925.000 orang. Saya tidak tahu jumlah pastinya, tapi Jabar merupakan salah satu penyumbang terbesar. Jumlah TKI menurun dari tahun lalu, tapi TKI yang memiliki skill meningkat," paparnya. Terkait dengan asuransi, pihaknya belum dapat menjalankan mekanisme dan prosedurnya. Hanya, asuransi yang dibebankan ke TKI dapat digunakan untuk semua permasalahan, seperti kesehatan, jiwa, dan lainnya, termasuk gaji. "Masih kami kaji dan proses, pastinya yang membayar asuransi tersebut merupakan user atau para majikannya, jadi tidak dibebankan kepada TKI. Pendapatan mereka tidak dipotong, ini merupakan upaya ke arah perlindungan," ucapnya. Menurut Salim, bagi TKI yang sudah berada di Arab Saudi, asuransi itu akan menjadi syarat dalam perpanjangan kontrak kerja. Dia mencontohkan, kalau ada TKI yang tidak dibayar gajinya dan memiliki premi asuransi, maka gajinya akan dibayar penuh. Karena itu, KBRI berharap semua TKI yang bekerja di Arab Saudi dapat memanfaatkan asuransi ini. "(Asuransi) memang belum berjalan dan kami berharap dapat dijalankan secepatnya, mengingat jumlah TKI yang sangat banyak dan membutuhkan perlindungan. Selain itu,kami menyiapkan petugas di bandara untuk meminimalisasi bahkan menghilangkan pungutan liar," katanya. Soal perlindungan TKI, tambah dia, Pemerintah Indonesia juga menyiapkan pengacara khusus untuk menangani kasus-kasus TKI. Hanya, untuk saat ini pengacara yang disiapkan cuma tiga orang. Jelas tidak sebanding dengan jumlah TKI yang ada. "Pengacara-pengacara tersebut ditempatkan di Mekkah, Jeddah, dan Madinah. Kalau dirasa kurang, kami tambah lagi. Bagaimanapun, TKI merupakan warga Indonesia yang harus dilindungi negara," ujarnya. Dalam kesempatan itu, Salim juga mengungkapkan masih adanya TKI iIegal,Bahkan,jumlahnya mencapai 2.000 orang. KBRI mengaku sulit mengantisipasi datangnya TKI ilegal. Pasalnya, mereka datang saat umrah dan tidak pulang lagi ke Tanah Air.Ada juga yang datang dari penyalur ilegal. Tak heran, setiap bulan Pemerintah Arab Saudi memulangkan ribuan TKI ilegal tersebut. Karena ini menyangkut harga diri bangsa, Salim berharap warga Indonesia yang ingin bekerja di Arab Saudi melalui prosedur yang legal. TKI ilegal umumnya berada di wilayah barat Arab Saudi, seperti Kota Mekkah, Madinah, dan Jeddah. "Secara bertahap masalah ini dapat dihilangkan," ujarnya. Menanggapi masalah ini, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mendukung gagasan asuransi TKI. Dia juga mengamini pendapat Salim mengenai besarnya minat masyarakat menjadi TKI. Kendati banyak kasus yang dialami TKI di Arab Saudi, hingga kini animonya tidak berkurang. "Itulah sulitnya pemerintah, kini sudah ada upaya perlindungan hukum. Pemerintah daerah akan selalu mendukung upaya-upaya tersebut," tuturnya. (krisiandi sacawisastra)
Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Kamis 25 Juni 2009 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- STIMULUS DAN EFEKTIVITAS KEBIJAKAN FISKAL
- MAJALENGKA DAPAT JATAH 368 CPNS



