Home Di Media Ahmad Heryawan di Media 2010, ARCAMANIK JADI SPORT CENTRE
2010, ARCAMANIK JADI SPORT CENTRE PDF Print E-mail
Monday, 22 June 2009 14:02
Bandung (SI) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan merealisasikan pembangunan pusat olahraga (sport centre) Arcamanik pada 2010.Kawasan olahraga yang sebelumnya sudah ada di daerah ini dinilai kurang layak.

”Arcamanik merupakan kawasan olahraga, tapi dilihat dari kondisi saat ini dinilai kurang layak. Karena itu, Pemprov Jabar akan mengembangkan dan melakukan pembenahan,” kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan kemarin. Menurut dia, lahan seluas 60 ha di Arcamanik hanya digunakan untuk pacuan kuda dan beberapa sarana olahraga lain.

Upaya merenovasi arena pacuan kuda ini merupakan bagian dari proyek jangka panjang di bidang olahraga, antara lain sebagai daerah penyelenggara pesta multicabang olahraga SEA Games 2011 dan upaya menaikkan posisi tawar Jabar yang mencalonkan diri sebagai tuan rumah PON 2016.

”Itu tanah milik dan aset kita, jadi tidak terlalu sulit untuk dalam melakukan pembenahan di sana.Tidak perlu ada pembebasan lahan. Prosesnya sangat panjang jika harus ada pembebasan lahan. Namun karena tidak ada, jadi ini akan menjadi mudah,” kata Heryawan lagi.

Pihaknya berharap dengan adanya pusat kegiatan olahraga yang terlokalisasi dan memiliki prasarana modern serta didukung pemeliharaan, Jabar akan mampu menjadi penyelenggara event-event yang tak hanya bersifat nasional, tapi juga internasional. ”Merupakan kebanggaan untuk Jabar jika kita dapat berprestasi dalam olahraga dan juga sukses sebagai penyelenggaranya,” kata dia.

Heryawan juga menilai bahwa Kota Bandung merupakan lokasi strategis dalam pengembangan dan pelatihan olahraga. Anggaran tahap awal sudah disiapkan dalam APBD Perubahan 2009. Namun, dia tidak menyebutkan jumlah anggarannya. Sementara itu,anggota Komisi D DPRD Jabar Imam Wahyudi mengaku sangat setuju dengan pembenahan kawasan Arcamanik menjadi sarana pusat olahraga di Kota Bandung.

Kota Bandung sebagai Ibu Kota Jawa Barat sudah selayaknya memiliki kawasan olahraga yang modern. ”Alangkah lebih baik jika pemerintah pusat juga memberikan dukungan dana dalam pengembangan kota termasuk pengembangan sarana olahraga. Sebaliknya, pemprov juga dituntut untuk kreatif dalam memaksimalkan aset-aset yang ada saat ini,”tandasnya.

Seperti diberitakan, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault berharap Pemprov Jabar berperan aktif untuk merenovasi arena pacuan kuda di kawasan Arcamanik. Dia berharap arena yang saat ini kumuh disulap menjadi arena pacuan kuda dan sarana olahraga bertaraf internasional. Dibanding daerah lain, Jabar memiliki potensi lebih baik dalam pengembangan olahraga berkuda.

Dia berharap Pemprov Jabar segera memberikan bukti perhatiannya dalam bentuk pembinaan, baik secara prestasi maupun pembangunan sarana olahraga. Adhyaksa juga mengatakan hal itu pada kunjungannya ke Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Maret lalu dalam rangka penyerahan penghargaan kepada Billy Mamola.

Billy sukses mencatatkan diri di Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan menunggang kuda sejauh 602 km dengan rute Lembang–Pangandaran– Lembang dalam waktu 12 hari. (krisiandi sacawisastra)

Sumber : Harian Seputar Indonesia, Senin 22 Juni 2009
 

Slide


han.jpg

Berita Lain