Home Di Media Ahmad Heryawan di Media HERYAWAN : JABAR BUTUH SDM HANDAL
HERYAWAN : JABAR BUTUH SDM HANDAL PDF Print E-mail
Friday, 19 June 2009 15:56
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengingatkan pentingnya ketersediaan sumberdaya manusia (SDM) yang handal dan berkualitas. Hal itu dibutuhkan agar potensi yang dimiliki Jawa Barat dapat dikelola dengan baik dan bertanggungjawab. Hal itu ditegaskan Heryawan saat melepas lulusan Siswa Sekolah-Sekolah di lingkungan Yayasan Darmaloka Tahun 2008/2009, yakni Bina Siswa SMA Plus Cisarua – Bandung Barat, SPP-SPMA Tanjungsari, SPP-SPMA Gegerkalong, SPP-SNAKMA Cikole dan SMK Pekerjaan Umum, Kamis (18/6) siang di Gedung Sate.

Heryawan mengingatkan bahwa Jawa Barat merupakan propinsi yang kaya dengan potensi sumber daya ekonomi. Hal itu dibuktikan dengan kontribusi tertinggi untuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) diberikan oleh tiga sektor unggulan, yaitu sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor pertanian, dengan kontribusi ketiganya pada tahun 2008 mencapai lebih dari 50%.

Namun, lanjut Heryawan tingkat penyerapan tenaga kerja asal Jawa Barat pada sektor unggulan tersebut masih jauh dari yang diharapkan. Akibatnya angka pengangguran terbuka di Jawa Barat pada tahun 2008 mencapai 2,26 juta orang, atau 12,08% dari total angkatan kerja Jawa Barat sebesar 18,74 juta orang. “Penyebab utamanya masih rendahnya kompetensi para pencari kerja asal Jawa Barat, sehingga tidak terserap lapangan kerja yang tersedia,” tegas Heryawan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, selain digulirkan sejumlah program pelatihan bagi para pencari kerja. Selain itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui misi kedua, meningkatkan pembangunan ekonomi regional berbasis potensi lokal. Tentunya hal itu perlu didukung program pendidikan menengah kejuruan berbasis kompetensi dan keunggulan lokal di daerah.

“Khusus di daerah-daerah yang mempunyai keunggulan lokal dalam bidang pertanian, kelautan, industri dan pariwisata. Program pendidikan non formal ini akan difokuskan kepada anak-anak dan remaja putus sekolah karena tidak mampu, untuk bisa bekerja pada sektor informal. Sehingga diharapkan mereka dapat meningkatkan taraf hidupnya secara mandiri,” tutur Heryawan.

Seiring dengan tujuan  peningkatan sumber daya manusia Jawa Barat yang produktif dan berdaya saing. Maka, Pemprop Jabar memandang keberadaan SMK/SPP-SPMA memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis. Tidak hanya sebagai jalur pendidikan formal juga sebagai penyedia tenaga kerja  terampil yang dibutuhkan untuk mendukung laju pembangunan daerah. Khususnya pada pengembangan pertanian tanaman pangan dan holtikultura, perikanan, peternakan dan pengembangan infrastruktur daerah.
 

Slide


pasopatibridge.jpg

Berita Lain