Home Di Media Ahmad Heryawan di Media GUBERNUR TEKANKAN KEBERPIHAKAN BANK MEMBANGUN JABAR
GUBERNUR TEKANKAN KEBERPIHAKAN BANK MEMBANGUN JABAR PDF Print E-mail
Monday, 15 June 2009 17:05
 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menekankan pentingnya keberpihakan perbankan dalam membangun Jawa Barat. Hal itu terkait dengan peran strategis perbankan dan komitmen Pemerintah Propinsi Jawa Barat yang fokus dalam membangun perekonomian rakyat. Untuk itu dibutuhkan dukungan permodalan yang cukup untuk menggerakan seluruh kegiatan pembangunan dan pergerakan usaha rakyat.

“Membangun Jawa Barat adalah bagaimana kita membangun infrastruktur, mendorong kemampuan usaha kecil dan menengah, meningkatkan mutu pendidikan, sarana kesehatan dan mendongkrak daya beli masyarakat,” tegas Heryawan saat temu wicara dengan para pengelola perbankan yang tergabung dalam Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jawa Barat Jumat (12/6) siang di Aula Bank Indonesia Bandung. Acara ini dihadiri sekitar 120 perwakilan perbankan seluruh Jawa Barat.

Senada dengan Gubernur, Pemimpin Bank Indonesia Koordinator Jawa Barat dan Banten Yang Ahmad Rizal menyatakan dibutuhkan sinergi antara Pemerintah Propinsi Jawa Barat dengan perbankan dalam rangka mewujudkan pembangunan Jawa Barat. Pihaknya meminta agar pihak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dapat mempresentasikan kepada BMPD tentang visi, misi dan program kerja, khususnya yang terkait dengan kebijakan perekonomian dan pembangunan.

“Untuk itu forum pertemuan ini sangat bermanfaat guna mencari kesepahaman bersama, khususnya dalam mendukung mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Barat,” ujar Yang Ahmad. Untuk itu, sebagai pembina BMPD, Yang Ahmad mengusulkan agar pertemuan semacam ini dapat dilanjutkan secara rutin. Khususnya dengan Bappeda dan sejumlah SOPD terkait dan bersentuhan langsung dengan kegiatan perekonomian.

Heryawan menyambut baik gagasan untuk menjadikan pertemuan dengan BMPD sebagai forum konsultasi dan kordinasi. “Saya setuju untuk mengadakan pertemuan rutin, guna menjaga komunikasi dan koordinasi. Saya kira 6 bulan sekali pertemuan cukup baik,” tegas Heryawan. Apalagi kebijakan pembangunan Jawa Barat difokuskan pada pembangunan infrastruktur yang dapat menunjang aktivitas perekonomian dan mendorong investasi.

“Untuk tahun 2010, sudah direncanakan alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur nilainya sama dengan alokasi sektor pendidikan, yakni 20 persen. Sehingga tahun 2010 alokasi anggaran 40 persen akan dihabiskan pada pendidikan dan infrastruktur,” tegas Heryawan. Hal ini tentunya juga membutuhkan peran perbankan dalam mendorong kehidupan ekonomi di perdesaaan, khususnya membantu tumbuh kembangnya wirausahawan baru..

 

 

Slide


riceterraces.jpg

Berita Lain