Home Di Media Ahmad Heryawan di Media CSR JAMSOSTEK DIAMBILALIH
CSR JAMSOSTEK DIAMBILALIH PDF Print E-mail
Monday, 01 June 2009 16:03
Bandung(SI) – Seiring dengan penundaan  pembiayaan program pelatihan dan sertifikasi calon  tenaga kerja oleh PT Jamsostek, Pemprov Jabar siap  mengambil alih pembiayaan program tersebut.  

Seperti diketahui, buruh di Jabar  beberapa kali berunjuk rasa agar  PT Jamsostek dan Pemprov Jabar  membatalkan MoU yang berisi  program corporate social responsibility(  CSR) PT Jamsostek untuk  pembiayaan program itu.  Dengan adanya tuntutan dan  desakan buruh,akhirnya pada Kamis  (28/5) lalu PT Jamsostek Jabar-  Banten menunda program CSR  setelah pimpinannya berembuk  dengan perwakilan serikat pekerja  dan buruh se-Jabar di Hotel  Majestic, Jalan Suria Sumantri,  Kota Bandung.

Keputusan itu  diambil setelah buruh dan PT Jamsostek  berulang kali mengadakan  audiensi terkait MoU tersebut.  Gubernur Jabar Ahmad Heryawan  menyatakan, pihaknya  siap mengambil alih pembiayaan  jika keputusan PT Jamsostek untuk  menunda pembiayaan program  tersebut terealisasi.“Tidak  ada salahnya kami mengambil  alih, jika memang program melalui  CSR itu dipersoalkan karena  program pelatihan ini sebetulnya  untuk kepentingan masyarakat  Jabar.

Dengan begitu, kami akan  tetap pada pendirian untuk melaksanakan  program ini,” ujarnya  akhir pekan lalu.  Dia kembali menegaskan bahwa  dana CSR yang berasal dari keuntungan  BUMN disalurkan untuk  kepentingan masyarakat dan  pemprov dalam hal ini hanya berwenang  sebagai fasilitator.Melalui  program tersebut, pesertanya  akan diberi pelatihan dan langsung  disalurkan untuk menjadi  tenaga kerja pada salah satu  industri.

“Ini kan program nasional dan  bukan hanya Jabar yang kebagian.  Sekali lagi saya tegaskan bukan  uang buruh, melainkan dana  CSR yang diprogramkan untuk  kegiatan pelatihan. Tidak besar  kok, hanya Rp500 juta untuk di  Kabupaten Subang,” paparnya.  Program pelatihan yang dibiayai  PT Jamsostek tersebut, kata  Heryawan, sudah diaplikasikan di  Kabupaten Subang. Program ini  sebetulnya juga akan dilaksanakan  di kabupaten-kabupaten lain.  

Namun dengan keputusan PT  Jamsostek, program serupa di beberapa  kabupaten seperti Tasikmalaya,  Purwakarta, dan lainnya  tertunda. Rencananya melalui  CSR, PT Jamsostek akan melakukan  menganggarkan dana sebesar  Rp4 miliar.  “Sebetulnya dari program ini  kita mampu menyerap 10.000 tenaga  kerja dan saya kira apa yang  dipikirkan buruh itu sama sekali  salah. Sebab dari sini kita juga  bisa menyelamatkan tenaga kerja  yang terkena PHK, selain penganggur  yang siap kerja,” tambahnya.  

Heryawan menegaskan,  kerja sama pelatihan dan penyaluran  tenaga kerja tersebut akan  dievaluasi bersama, bukan hanya  oleh Pemprov Jabar.  Direktur Operasi dan Pelayanan  PT Jamsostek Ahmad Ansyori  saat pertemuan dengan buruh  mengungkapkan, penghentian  sementara program tersebut hanya  terjadi di provinsi Jabar. “Di  provinsi lain, program tersebut  berjalan lancar. Sebetulnya uang  yang digunakan itu murni anggaran  CSR yang berasal dari keuntungan  perusahaan.

Program ini  kan positif untuk memberikan  kesempatan dan kemampuan kerja  kepada mereka yang tidak memiliki  pekerjaan,” ucapnya. Dia  belum bisa memastikan kapan  program ini akan dilanjutkan.  (krisiandi sacawisastra)

 


Sumber: Harian Seputar Indonesia, Senin 01 Juni 2009
 

Slide


krde_barayageulis.jpg