Info Terakhir
- LAPORAN DARI KORSEL
- MOBIL DINAS DEWAN SEDOT Rp 8 M
- WUJUDKAN JAWA BARAT SEBAGAI GREEN PROVINCE
- UNTUK GENJOT PRESTASI OLAHRAGA, GUBERNUR KUNJUNGI KORSEL
- Dinas, Badan dan Biro Jabar
- NAMA BUPATI dan WALIKOTA BESERTA WAKILNYA
- KEPALA DAERAH HARUS BANGUN SINERGI UNTUK WUJUDKAN KESEJAHTERAAN
- HERYAWAN: DESA CIBATU TIGA DESTINASI WISATA BARU DI JAWA BARAT
- 15 PADEPOKAN SENI DIRESMIKAN GUBERNUR JAWA BARAT
- DARMIN, "PEREKONOMIAN NASIONAL MULAI MEMBAIK"
Pengunjung
We have 94 guests onlineJajak Pendapat
| CSR JAMSOSTEK DIAMBILALIH |
|
|
|
| Monday, 01 June 2009 16:03 |
|
Bandung(SI) – Seiring dengan penundaan pembiayaan program pelatihan dan sertifikasi calon tenaga kerja oleh PT Jamsostek, Pemprov Jabar siap mengambil alih pembiayaan program tersebut.
Seperti diketahui, buruh di Jabar beberapa kali berunjuk rasa agar PT Jamsostek dan Pemprov Jabar membatalkan MoU yang berisi program corporate social responsibility( CSR) PT Jamsostek untuk pembiayaan program itu. Dengan adanya tuntutan dan desakan buruh,akhirnya pada Kamis (28/5) lalu PT Jamsostek Jabar- Banten menunda program CSR setelah pimpinannya berembuk dengan perwakilan serikat pekerja dan buruh se-Jabar di Hotel Majestic, Jalan Suria Sumantri, Kota Bandung. Keputusan itu diambil setelah buruh dan PT Jamsostek berulang kali mengadakan audiensi terkait MoU tersebut. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyatakan, pihaknya siap mengambil alih pembiayaan jika keputusan PT Jamsostek untuk menunda pembiayaan program tersebut terealisasi.“Tidak ada salahnya kami mengambil alih, jika memang program melalui CSR itu dipersoalkan karena program pelatihan ini sebetulnya untuk kepentingan masyarakat Jabar. Dengan begitu, kami akan tetap pada pendirian untuk melaksanakan program ini,” ujarnya akhir pekan lalu. Dia kembali menegaskan bahwa dana CSR yang berasal dari keuntungan BUMN disalurkan untuk kepentingan masyarakat dan pemprov dalam hal ini hanya berwenang sebagai fasilitator.Melalui program tersebut, pesertanya akan diberi pelatihan dan langsung disalurkan untuk menjadi tenaga kerja pada salah satu industri. “Ini kan program nasional dan bukan hanya Jabar yang kebagian. Sekali lagi saya tegaskan bukan uang buruh, melainkan dana CSR yang diprogramkan untuk kegiatan pelatihan. Tidak besar kok, hanya Rp500 juta untuk di Kabupaten Subang,” paparnya. Program pelatihan yang dibiayai PT Jamsostek tersebut, kata Heryawan, sudah diaplikasikan di Kabupaten Subang. Program ini sebetulnya juga akan dilaksanakan di kabupaten-kabupaten lain. Namun dengan keputusan PT Jamsostek, program serupa di beberapa kabupaten seperti Tasikmalaya, Purwakarta, dan lainnya tertunda. Rencananya melalui CSR, PT Jamsostek akan melakukan menganggarkan dana sebesar Rp4 miliar. “Sebetulnya dari program ini kita mampu menyerap 10.000 tenaga kerja dan saya kira apa yang dipikirkan buruh itu sama sekali salah. Sebab dari sini kita juga bisa menyelamatkan tenaga kerja yang terkena PHK, selain penganggur yang siap kerja,” tambahnya. Heryawan menegaskan, kerja sama pelatihan dan penyaluran tenaga kerja tersebut akan dievaluasi bersama, bukan hanya oleh Pemprov Jabar. Direktur Operasi dan Pelayanan PT Jamsostek Ahmad Ansyori saat pertemuan dengan buruh mengungkapkan, penghentian sementara program tersebut hanya terjadi di provinsi Jabar. “Di provinsi lain, program tersebut berjalan lancar. Sebetulnya uang yang digunakan itu murni anggaran CSR yang berasal dari keuntungan perusahaan. Program ini kan positif untuk memberikan kesempatan dan kemampuan kerja kepada mereka yang tidak memiliki pekerjaan,” ucapnya. Dia belum bisa memastikan kapan program ini akan dilanjutkan. (krisiandi sacawisastra)
Sumber: Harian Seputar Indonesia, Senin 01 Juni 2009 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- PEREKONOMIAN INDONESIA 2010
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- PENANGGULANGAN BANJIR
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008



