Home Di Media Ahmad Heryawan di Media TERTINGGI, KASUS AIDS DI JABAR
TERTINGGI, KASUS AIDS DI JABAR PDF Print E-mail
Monday, 25 May 2009 19:25
Gubernur Keluarkan Surat Edaran kepada Bupati/Wali Kota

Bandung, (PR).-
Saat ini Provinsi Jawa Barat menjadi peringkat pertama dalam jumlah kasus AIDS di Indonesia, dan "mengalahkan" posisi Provinsi Papua, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai wilayah dengan kasus AIDS terbanyak. Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan RI, sampai dengan Desember 2008 jumlah orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di Jawa Barat mencapai 21.000 jiwa.

Dengan semakin seriusnya persoalan HIV-AIDS di Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengeluarkan surat edaran kepada bupati/walikota se-Jawa Barat. Di dalam surat edaran itu, Ahmad Heryawan meminta kepada setiap bupati/wali kota untuk lebih serius memikirkan cara penanggulangan HIV-AIDS di daerah masing-masing.

Surat edaran bernomor 443/28/Yansos itu ditandatangani tanggal 18 Mei 2009. Gubernur Ahmad Heryawan mengimbau agar bupati/wali kota selaku ketua Komite Penanggulangan HIV-AIDS (KPA) kabupaten/kota lebih serius melaksanakan program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS.

Menurut Gubernur, berbagai upaya perlu dilakukan, diantaranya melalui revitalisasi/ optimalisasi KPA kab./kota, menyusun Rencana Strategis KPA kab./kota, dan mengalokasikan anggaran APBD kab./kota untuk mendukung pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS.

Motivasi bagi KPA

Keluarnya surat edaran Gubernur ini ditanggapi positif oleh Sekretaris II KPA Provinsi Jawa Barat, Khoirul Naim, S.K.M., M.Epid. Menurut dia, surat edaran itu diharapkan dapat memberikan motivasi bagi KPA di tingkat kab./kota dalam menanggulangi epidemi HIV-AIDS, mengingat peran kabupaten/kota sangat besar dalam era otonomi seperti sekarang.

"Dalam evaluasi, kami melihat sudah ada KPA di tingkat kab./kota yang bagus dalam menanggulangi HIV-AIDS. Namun, belum merata karena masih ada yang belum optimal. Padahal, kita memerlukan suatu penguatan dan kebersamaan dalam menanggulangi epidemi ini. Tidak hanya pada tataran program, melainkan juga pada tataran organisasi", kata Khoirul, Jumat (22/5).

Dia menambahkan, surat edaran Gubernur ini juga dilatarbelakangi keprihatinan atas tingginya kasus HIV-AIDS di Jawa Barat. Berdasarkan laporan Departemen Kesehatan RI per Desember 2008, Jawa Barat memiliki kasus AIDS tertinggi di Indonesia, dengan 2.888 kasus. Sementara itu, untuk kasus HIV mencapai 1.523 kasus. Selain itu, jumlah orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di Jawa Barat diperkirakan mencapai 21.000 orang.

Sebagian besar orang yang terpapar HIV-AIDS adalah kelompok usia produktif, sedangkan penyebaran HIV-AIDS terutama disebabkan oleh penggunaan narkoba suntik.

Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan RI, pada 2009 pemerintah pusat menargetkan tersedianya unit pemeriksaan dan konseling sukarela HIV-AIDS dan penyediaan obat antiretroviral (ARV) di semua kabupaten/kota.

Disebutkan, sampai 2008 unit pemeriksaan dan konseling HIV-AIDS sukarela (voluntary counseling and test/VCT) serta ARV baru terdapat di 153 kabupaten/kota dan secara bertahap akan disediakan di daerah yang lain. (A-132)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Senin 25 Mei 2009
 

Slide


puncakpass.jpg

Berita Lain