Home Di Media Ahmad Heryawan di Media EMPAT DAERAH RAIH STIMULUS
EMPAT DAERAH RAIH STIMULUS PDF Print E-mail
Tuesday, 24 March 2009 10:43
 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kanan) melihat-lihat dan mendengarkan penjelasan petugas mengenai maket rencana pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Kab. Majalengka di stan Pengembangan Infrastruktur Wilayah pada Pameran Pembangunan di Hotel Horison Jln. Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Senin (23/3).*Krishna Ahadiyat/"PR"

Subang, Majalengka, Sumedang, dan Kabupaten Tasikmalaya 

Bandung, (PR).-
Stimulus infrastruktur untuk Jawa Barat hanya diberikan kepada empat daerah, yakni Subang, Majalengka, Sumedang, dan Kabupaten Tasikmalaya.

"Hal ini didasarkan dari hasil pembahasan pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), beberapa waktu lalu," ujar Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta usai memberikan pemaparan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Barat 2009 di Hotel Horison, Kota Bandung, Senin (23/3).

Namun, Paskah tidak menjelaskan projek infrastruktur apa saja yang akan dibantu di empat daerah tersebut.

Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan alokasi stimulus itu berdasarkan pada mekanisme penilaian Departemen Keuangan (Depkeu) dengan kriteria tertentu dan provinsi tidak terlibat dalam proses alokasi stimulus tersebut.

"Sebetulnya kalau Jawa Barat mendapatkan alokasi stimulus itu mungkin bisa menyelesaikan 20% masalah nasional karena 20% penduduk nasional ada di Jawa Barat. Itu diharapkan menjadi perhatian pemerintah pusat," katanya.

Bila mendapat alokasi stimulus, ia mengharapkan untuk segera menyelesaikan masalah infrastruktur di selatan Jabar. Wilayah ini menjadi perhatian utama selain penyelesaian infrastruktur di sentra-sentra produksi yang ada seperti di kawasan Bogor, Depok Bekasi (Bodebek), Cirebon, Palabuhanratu, dan daerah-daerah sentra produksi lainnya. Meski begitu, Gubernur berharap alokasi stimulus dari pemerintah itu bisa tepat sasaran.

Sementara itu, Paskah Suzetta dalam penjelasannya pada Musrenbang juga menyayangkan jumlah alokasi sementara untuk Jabar yang relatif kecil. Padahal, Jabar memiliki potensi tenaga kerja dan populasi penduduk yang sangat besar.

Saat ini Bappenas sedang mengkaji semua program yang akan mendapat alokasi stimulus fiskal. Patokan utamanya, menurut Paskah, program-program itu harus sesuai koridor dan bersinegi dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2009.

"Projek-projek yang mendapat alokasi stimulus harus projek yang betul-betul sudah siap dan bukan projek dadakan atau desain baru," katanya.

Ia mengungkapkan, pemindahan alokasi stimulus bisa dilakukan meski masih ada kendala karena secara undang-undang memang tidak memungkinkan dana pemerintah pusat digunakan daerah tanpa melalui APBD

Menurut dia, Depkeu sudah berkonsolidasi degan BadanPemeriksa Keuangan (BPK) dan secara lisan menyatakan pengalihan alokasi stimulus bisa dilakukan.

"Jika pada lokasi lain belum siap dan tidak sesuai RKP, itu bisa saja dialihkan pada daerah yang sudah siap seperti Jawa Barat meskipun hak bujet ada di DPR. Hal itu tentunya melalui konsultasi di DPR," katanya.

Paskah memprediksi alokasi stimulus bisa diimplementasikan minggu depan. Meski, masih ada sedikit kekhawatiran belum ada konfirmasi tertulis dari BPK.

"Dengan beberapa perbaikan mekanisme alokasi di pemerintah, itu bisa dicairkan tepat waktu. Apalagi, presiden mengimbau dana stimulus harus disalurkan April tahun ini," katanya. (A-132/A-190)***


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Selasa 24 Maret 2009
 

Slide


hade3.jpg

Berita Lain