Info Terakhir
- LAPORAN DARI KORSEL
- MOBIL DINAS DEWAN SEDOT Rp 8 M
- WUJUDKAN JAWA BARAT SEBAGAI GREEN PROVINCE
- UNTUK GENJOT PRESTASI OLAHRAGA, GUBERNUR KUNJUNGI KORSEL
- Dinas, Badan dan Biro Jabar
- NAMA BUPATI dan WALIKOTA BESERTA WAKILNYA
- KEPALA DAERAH HARUS BANGUN SINERGI UNTUK WUJUDKAN KESEJAHTERAAN
- HERYAWAN: DESA CIBATU TIGA DESTINASI WISATA BARU DI JAWA BARAT
- 15 PADEPOKAN SENI DIRESMIKAN GUBERNUR JAWA BARAT
- DARMIN, "PEREKONOMIAN NASIONAL MULAI MEMBAIK"
Pengunjung
We have 136 guests onlineJajak Pendapat
| LINGKUNGAN MASJID AGAR DITATA ULANG |
|
|
|
| Saturday, 21 March 2009 16:56 |
|
Bandung, (PR).- "Masjid ini dikelola provinsi. Pemprov akan memotret utuh permasalahan apa saja yang dihadapi. Setelah itu, akan ada diskusi panjang dengan berbagai pihak untuk membenahi wajah masjid," ujarnya seusai berkeliling meninjau kondisi Masjid Raya Bandung Jabar, Jumat (20/3). Heryawan menegaskan, wajah masjid seharusnya bersih, rapi, dan taman yang asri. Kendati sudah disediakan tempat bagi PKL di basement, mereka kembali berjualan di halaman masjid. Dengan demikian, tim perencanaan tidak hanya memotret kondisi infrastruktur masjid, namun juga kondisi sosial struktur masyarakatnya. "Kami tidak memungkiri, para PKL juga perlu mencari rezeki. Tapi di saat yang sama, pemprov juga menginginkan masjid yang indah, bersih, dan nyaman. Apalagi, masjid ini sebagai ikon Jabar dan Kota Bandung," tuturnya. Menurut Heryawan, jika sekadar masalah atap yang bocor, bisa segera diatasi. Tetapi jika penataan, perlu waktu dan proses panjang karena memerlukan biaya besar. Hal itu akan melibatkan semua pihak, terutama badan pengelola dan pemda sebagai tulang punggung pembiayaan. "Kalau biaya yang dibutuhkan untuk penataan cukup besar, akan dianggarkan pada APBD Jabar 2010," ujarnya menegaskan. Aset bersama Ketua DKM Masjid Raya Bandung Jabar Tjetje Soebrata mengatakan, Masjid Raya Bandung memang memerlukan penataan. Namun, pemprov harus duduk bersama Pemkot Bandung. Sebab, bangunan masjid merupakan aset milik pemprov, sedangkan menara halaman dan taman milik pemkot. "Setiap tahun, untuk mengelola dan memelihara masjid ini dibutuhkan biaya sekitar Rp 2,5 miliar. Namun, anggaran untuk DKM dari APBD Jabar hanya Rp 350 juta," ujarnya. Saat ini, menurut Tjetje, hal mendesak untuk segera diperbaiki adalah kubah masjid yang bocor. Sementara persoalan PKL, seharusnya ditangani pemkot. "Bagaimanapun, para PKL mencari rezeki di sekitar masjid. Hanya, mereka harus ditata. Jika ditata lebih bagus dan ada nilai estetikanya, tentu lebih enak dan nyaman," ucapnya menambahkan. Salah seorang PKL, Yahya (21) mengaku, dia tidak bermaksud membuat halaman masjid kotor dan kumuh. Namun, dia tidak tahu harus berjualan di mana lagi karena halaman masjid adalah lokasi yang strategis. "Saya pernah nyoba jualan di Pasar Baru dan Jalan Dewi Sartika, tapi sepi. Sejak 1,5 tahun yang lalu, saya jualan di halaman Masjid Raya Bandung. Sehari, bisa dapat Rp 100.ooo,00 sampai Rp 150.000,00. Setor untuk retribusi hanya Rp 3.000,00 per hari," katanya. (A-187) ***
Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Sabtu 21 Maret 2009 |
Popular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- PEREKONOMIAN INDONESIA 2010
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- PENANGGULANGAN BANJIR
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008



