Home Di Media Ahmad Heryawan di Media LINGKUNGAN MASJID AGAR DITATA ULANG
LINGKUNGAN MASJID AGAR DITATA ULANG PDF Print E-mail
Saturday, 21 March 2009 16:56

Bandung, (PR).-
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera menata ulang lingkungan Masjid Raya Bandung Jawa Barat, Jln. Asia Afrika, Kota Bandung. Saat ini, lingkungan sekitar masjid dipenuhi pedagang kaki lima (PKL). Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyatakan, Pemprov Jabar ingin penataan selayaknya sebuah masjid. Tim perencanaan pemprov akan memotret dari sisi mana saja penataan perlu dilakukan.

"Masjid ini dikelola provinsi. Pemprov akan memotret utuh permasalahan apa saja yang dihadapi. Setelah itu, akan ada diskusi panjang dengan berbagai pihak untuk membenahi wajah masjid," ujarnya seusai berkeliling meninjau kondisi Masjid Raya Bandung Jabar, Jumat (20/3).

Heryawan menegaskan, wajah masjid seharusnya bersih, rapi, dan taman yang asri. Kendati sudah disediakan tempat bagi PKL di basement, mereka kembali berjualan di halaman masjid. Dengan demikian, tim perencanaan tidak hanya memotret kondisi infrastruktur masjid, namun juga kondisi sosial struktur masyarakatnya.

"Kami tidak memungkiri, para PKL juga perlu mencari rezeki. Tapi di saat yang sama, pemprov juga menginginkan masjid yang indah, bersih, dan nyaman. Apalagi, masjid ini sebagai ikon Jabar dan Kota Bandung," tuturnya.

Menurut Heryawan, jika sekadar masalah atap yang bocor, bisa segera diatasi. Tetapi jika penataan, perlu waktu dan proses panjang karena memerlukan biaya besar. Hal itu akan melibatkan semua pihak, terutama badan pengelola dan pemda sebagai tulang punggung pembiayaan.

"Kalau biaya yang dibutuhkan untuk penataan cukup besar, akan dianggarkan pada APBD Jabar 2010," ujarnya menegaskan.

Aset bersama

Ketua DKM Masjid Raya Bandung Jabar Tjetje Soebrata mengatakan, Masjid Raya Bandung memang memerlukan penataan. Namun, pemprov harus duduk bersama Pemkot Bandung. Sebab, bangunan masjid merupakan aset milik pemprov, sedangkan menara halaman dan taman milik pemkot.

"Setiap tahun, untuk mengelola dan memelihara masjid ini dibutuhkan biaya sekitar Rp 2,5 miliar. Namun, anggaran untuk DKM dari APBD Jabar hanya Rp 350 juta," ujarnya.

Saat ini, menurut Tjetje, hal mendesak untuk segera diperbaiki adalah kubah masjid yang bocor. Sementara persoalan PKL, seharusnya ditangani pemkot. "Bagaimanapun, para PKL mencari rezeki di sekitar masjid. Hanya, mereka harus ditata. Jika ditata lebih bagus dan ada nilai estetikanya, tentu lebih enak dan nyaman," ucapnya menambahkan.

Salah seorang PKL, Yahya (21) mengaku, dia tidak bermaksud membuat halaman masjid kotor dan kumuh. Namun, dia tidak tahu harus berjualan di mana lagi karena halaman masjid adalah lokasi yang strategis. "Saya pernah nyoba jualan di Pasar Baru dan Jalan Dewi Sartika, tapi sepi. Sejak 1,5 tahun yang lalu, saya jualan di halaman Masjid Raya Bandung. Sehari, bisa dapat Rp 100.ooo,00 sampai Rp 150.000,00. Setor untuk retribusi hanya Rp 3.000,00 per hari," katanya. (A-187) ***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Sabtu 21 Maret 2009
 

Slide


sampiren.jpg

Berita Lain