Home Di Media Ahmad Heryawan di Media 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009 PDF Print E-mail
Thursday, 26 February 2009 09:32
Bandung, (PR).-
Sebanyak 488 tenaga honorer yang juga CPNS di lingkungan Pemprov Jawa Barat akan diangkat menjadi PNS tahun 2009 ini. Dengan demikian, ke depan perekrutan terbuka PNS bisa menjaring peserta dari masyarakat umum sesuai kebutuhan. Dengan demikian, akan tercipta sistem perekrutan yang sehat dan menghasilkan PNS profesional.

"Tenaga honorer di lingkungan pemprov harus diangkat dulu jadi PNS. Jadi, tahun ini tidak ada penambahan tenaga honorer," ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan seusai melantik 1.446 PNS formasi 2008 di Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (25/2).

Heryawan menuturkan, sisa CPNS yang ada akan terus dibina dengan pelatihan agar mereka siap menjadi PNS profesional. Saat ini, terjadi formasi CPNS yang tidak sesuai kebutuhan. Guna mengatasi hal itu, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara juga terus melakukan penataan.

"Nanti, tidak akan ada tenaga honorer lagi. Mungkin masih ada tenaga kontrak, karena tenaga kontrak berasal dari outsourcing. Akan lebih sehat dan profesional kalau perekrutan PNS secara terbuka dengan peserta masyarakat umum," tuturnya.

Tenaga kesehatan

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Achadiat Supratman membenarkan, tahun 2009 sebanyak 488 CPNS akan diangkat jadi PNS. Akan tetapi, pengangkatan tersebut bagi CPNS yang telah bekerja 5-15 tahun. "Untuk masyarakat umum, nanti sistem perekrutannya terbuka. Provinsi masih menunggu instruksi dari Menpan, berkaitan dengan formasi dan waktu pelaksanaan perekrutan," ujarnya.

Menurut Achadiat, untuk PNS formasi 2008 paling banyak tenaga kesehatan, yaitu 79 orang. Total ada 130 orang yang lolos dari masyarakat umum, sedangkan sisanya CPNS tenaga honorer.

Demikian pula, ungkap dia, untuk mengantisipasi masalah teknis saat ujian CPNS akan ada pengarahan. Selain itu, persiapan dibuat lebih matang. "Biasanya terjadi masalah teknis saat pelaksanaan ujian. Kami akan terus membenahi sistemnya agar tidak ada yang dirugikan," ucap Achadiat menegaskan. (A-187)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Kamis 26 Februari 2009
 

Slide


lantikbupaticirebon.jpg

Berita Lain