| | Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kiri) menunjukkan retakan di dinding RSU Pameungpeuk, Kab. Garut, Kamis (19/2). Dinding bangunan tersebut sudah retak-retak, padahal belum dipakai. Gubernur meminta agar kerusakan itu segera diperbaiki.* Undang Sudrajat/"PR" | Belum Digunakan dan Sudah Menelan Dana Rp 3,7 Miliar Garut, (PR).- Dinding ruangan Rumah Sakit Umum (RSU) Pemeungpeuk, Kab. Garut, sudah tampak retak dan belah. Padahal rumah sakit yang diharapkan menjadi rumah sakit besar di Jabar selatan tersebut belum dipergunakan.
Retaknya dinding RSU Pameungpeuk, Kab. Garut, yang pembangunannya sudah menelan dana Rp 3,7 miliar tersebut dikhawatirkan bisa cepat ambruk.
"Saya kecewa melihat bangunan RSU Pameungpeuk tersebut sebab dinding bangunannya sudah belah. Padahal, bangunan tersebut belum dipakai. Saya minta pihak pengelola pekerjaan itu harus bertanggung jawab," kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Kamis (19/2), saat melakukan peninjauan terhadap bangunan RSU Pameunpeuk, Kab. Garut.
Bangunan RSU Pameungpeuk tersebut sudah menelan dana sebesar Rp 3,7 miliar, dimulai pada tahun 2005. Rinciannya, pada tahun 2005 dialokasikan dana sebesar Rp 1,2 miliar untuk unit gawat darurat dan tahun 2007 dialokasikan Rp 2,5 miliar untuk ruangan perawatan. Rencananya, Gubernur Jabar akan memberikan kembali bantuan sebesar Rp 1 miliar untuk penambahan ruangan perawatan.
Menurut Gubernur Ahmad Heryawan, pihak Dinas Kesehatan Kab. Garut harus segera memanggil pihak pengembang yang mengerjakan projek tersebut. Tujuannya agar pengembang tersebut diminta pertanggungjawaban untuk melakukan perbaikan kembali.
"Kalau memang tidak mau bertanggung jawab, harus ada hukuman terhadap rekanan tersebut. Apakah, rekanan itu tidak boleh diberikan kesempatan lelang atau black list, atau bahkan bila perlu diadukan secara hukum," katanya.
Dicontohkan, pada pojok bangunan RSU itu, mestinya antara dinding dan fondasi tiangnya menyatu. Akan tetapi, kondisi yang terjadi malah terbelah. Nantinya dinding itu bisa ambruk.
"Tolong masalah pekerjaan fisik atau projek harus dilakukan secara baik sesuai dengan rencana yang telah disusun. Apalagi, bangunan ini untuk kepentingan masyarakat banyak," katanya.
RS Jabar selatan
Rumah Sakit Pameungpeuk, menurut Ahmad Heryawan, diharapkan menjadi salah satu rumah sakit besar di kawasan Jabar selatan. Jadi pelayanan yang diberikan tidak saja untuk warga dari Pameungpeuk, tetapi juga dari daerah Tasikmalaya bagian selatan dan Cianjur bagian selatan.
"Diharapkan dalam tahun ini sudah bisa memberikan pelayanan sehingga bisa membantu dalam pelayanan dasar kesehatan," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kab. Garut Hendy Budiman ketika diminta tanggapan oleh "PR" mengatakan, akan segera memanggil rekanan yang mengerjakan rumah sakit itu. Dia akan meminta agar ada perbaikan untuk bangunan yang retak-retak sehingga bisa kembali bagus.
"Akan kami panggil segera dalam waktu dekat ini. Selain itu, kita juga akan segera mempersiapkan untuk pembukaan pelayanan rumah sakit itu, sebagaimana diminta oleh Pak Gubernur. Minimal ada dua pelayanan yang akan segera dibuka, yaitu untuk gawat darurat dan rawat inap," ujarnya. (A-97)*** Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Jum'at 20 Februari 2009 |