Home Di Media Ahmad Heryawan di Media "SUKSES PEMILU" DILUNCURKAN
"SUKSES PEMILU" DILUNCURKAN PDF Print E-mail
Thursday, 12 February 2009 09:49
  Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kanan) melakukan simulasi pencontrengan surat suara didampingi oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar Ferry Kurnia Rizkiyansyah di Lapangan Gasibu Kota Bandung, Rabu (11/2). Simulasi tersebut dilaksanakan dalam acara pencanangan "Gerakan Jabar Sukses Pemilu 2009".* Ade Bayu Indra/"PR"
Bandung, (PR).-
Demi sukses dan meningkatkan angka partisipasi pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2009, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencanangkan gerakan "Jabar Sukses Pemilu 2009" di Lapangan Gasibu Kota Bandung, Rabu (11/2). Sebagai langkah awal, gerakan ini bertujuan memberi tahu masyarakat secara masif mengenai pemilu legislatif (pileg) yang akan berlangsung pada 9 April mendatang.

"Sosialisasi pemilu bukan tanggung jawab KPU dan pemerintah saja, tapi seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, dengan gerakan ini saya mengajak TNI, polisi, parpol, LSM, tokoh agama, dan masyarakat untuk sama-sama menyosialisasikan pemilu," kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, seusai pencanangan gerakan.

Pada kegiatan tersebut hadir Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal Rasyid Qurnuen Aquary, Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Timur Pradopo, Sekretaris Daerah Jabar Lex Laksamana, Ketua KPU Jabar Ferry Kurnia Rizkiyansyah, tokoh masyarakat, dan jajaran terkait.

Secara simbolis, Gubernur bersama Ketua KPU Jabar melakukan simulasi pencontrengan yang sah pada sebuah kertas suara besar. Sayangnya, acara ini ’terkesan’ seremonial dan kurang mendapat respons positif dari masyarakat. Terbukti, tak banyak masyarakat umum yang ikut menyaksikan pencanangan gerakan sosialisasi tersebut.

Terkait optimalisasi dampak sosialisasi, Heryawan menekankan peran serta media massa baik cetak maupun elektronik untuk menyosialisasikan pemilu. "Saat Pemilu 1999 dan 2004, iklan media cukup gencar dan memunculkan beberapa jargon yang populer. Saya belum melihat hal ini pada pemilu kali ini. Semoga segera ada," katanya.

Menurut Heryawan, jika sosialisasi bisa efektif dan mudah dipahami masyarakat, diharapkan akan terbentuk pemilih yang cerdas. Cerdas dalam hal ini adalah masyarakat betul-betul tahu kapan hari pemilihan, tahu cara memilih, dan mereka tahu siapa pilihannya, tanpa ada paksaan dan tekanan dari mana pun.

"Suksesnya Pemilu 2009 akan berdampak pada kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat," ujar Heryawan.

Sementara itu, Timur Pradopo menyatakan, pengamanan selama pemilu merupakan komitmen bersama antara polisi dan TNI. Hal ini harus didukung oleh partai politik untuk senantiasa menjaga sportivitas. Dia juga mengharapkan partisipasi seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pemilu berlangung.

Timur tidak menyebutkan daerah di Jabar yang paling rawan konflik saat kampanye. Menurut dia, setiap daerah memiliki potensi konflik jika berkampanye dengan melibatkan massa.

"Polda Jabar dan Kodam III/Siliwangi sudah menyiapkan personel yang cukup untuk pengamanan. Kami ingin Pemilu 2009 bisa berjalan aman, damai, dan sukses," ujarnya.

Logistik

Dua bulan menjelang pemilu legislatif (pileg) pada 9 April mendatang, sejumlah logistik telah sampai di beberapa KPU kabupaten/kota di Jawa Barat. Salah satu di antaranya adalah tinta sidik jari.

Sebanyak 10.924 botol tinta telah diterima KPU Kota Bandung pada Selasa (10/2) malam pukul 23.30 WIB. Ketua KPU Kota Bandung Heri Sapari mengatakan, jumlah tinta sebanyak itu untuk 5.462 TPS yang ada di Kota Bandung.

Mengenai kualitas tinta, Heri mengungkapkan belum tahu seperti apa, karena dia belum membuka segel tinta. "Yang saya tahu, pemenang tender untuk tinta sidik jari sama seperti saat Pemilu 2004. Jadi, kemungkinan kualitas tintanya sama," katanya.

Sementara itu, KPU Kab. Bandung juga telah menerima kiriman tinta sidik jari pada Selasa (10/2), dan segel Rabu (11/2) siang. Ketua KPU Kab. Bandung, Osin Permana mengatakan, tinta sidik jari dan segel untuk penyelenggaraan pileg ini secara kuantitas telah memadai.

Dikemukakan, jumlah logistik tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan di Kab. Bandung, yaitu 5.532 TPS. Dengan asumsi, dua botol tinta untuk satu TPS. "Untuk tinta dan segel, jumlahnya sudah disesuaikan, tergantung jumlah TPS, jadi memang tidak ada cadangan," ujarnya.

Namun, kedatangan logistik dari pusat ini menjadi persoalan dilematis. Di satu sisi, ini merupakan langkah maju dalam tahapan penyelenggaraan pileg. Namun, di sisi lain, belum semua KPU memiliki fasilitas memadai untuk penyimpanan dan perawatan logistik yang telah diterima.

"Kami masih belum memiliki gudang untuk menyimpan logistik. Jadi, untuk sementara logistik yang sudah datang disimpan dulu di kantor KPU," kata Osin. (A-179/A-187)***

 


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Kamis 12 Februari 2009
 

Slide


hade3.jpg

Berita Lain