Home Di Media Ahmad Heryawan di Media 19,6% BAYI DI JABAR KURANG VITAMIN A
19,6% BAYI DI JABAR KURANG VITAMIN A PDF Print E-mail
Tuesday, 03 February 2009 03:07

Cimahi, (PR).-

Sebanyak 19,6% bayi dan balita di Jawa Barat, kekurangan vitamin A. Jika kondisi tersebut dibiarkan, selain akan menyebabkan bayi mudah sakit, dalam jangka panjang, kesehatan mata mereka pun akan terganggu.

"Oleh karena itu, saya menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota, untuk mencanangkan bulan distribusi vitamin A secara serentak, hari ini. Hal ini untuk mengurangi jumlah bayi dan balita yang kekurangan serum vitamin A, yang kurang dari 20 mg/dl. Tahun depan, angkanya diharapkan bisa kurang dari 15%," ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ketika mencanangkan "Bulan Distribusi Vitamin A Tingkat Provinsi Jabar", di RW 10 Kel. Baros, Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Senin (2/2).

Pada kesempatan itu, Gubernur bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jabar, Ny. Hj. Netty Prasetyani, Wali Kota Cimahi, H.M. Itoc Tochija, dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Cimahi, Ny. Hj. Atty Suharti Tochija, secara simbolis meneteskan vitamin A kepada bayi dan balita di Posyandu Dahlia Baros.

Mengenai alasan dipilihnya Cimahi sebagai lokasi pencanangan bulan distribusi vitamin A, Gubernur menjelaskan, tingkat kesehatan masyarakat Cimahi sudah lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain. Jika ke depan, persentase balita yang kekurangan vitamin A di Cimahi 0%, dia akan memberikan hadiah kepada Kota Cimahi.

Menurut Wali Kota, cakupan pemberian vitamin A di Kota Cimahi sudah lebih dari 97%. Hal itu disebabkan, tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, sudah cukup tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, dr. Hj. Alma Luchiyati mengatakan, vitamin A merupakan zat nutrisi yang penting bagi anak, baik untuk daya tahan tubuh, kesehatan mata, ataupun kecerdasan anak. Gangguan pada mata itu, bisa diawali dengan buta senja. Oleh karena itu, pemberian vitamin A dua kali dalam setahun, yaitu Februari dan Agustus, penting dilakukan.

Vitamin A tersebut, ungkap dia, diberikan kepada bayi berusia 6-11 bulan dan 12-59 bulan. Sebanyak 462.363 bayi berusia 6-11 bulan mendapat tetes vitamin A berwarna biru, sedangkan 3.126.133 balita berusia 12-59 bulan mendapat kapsul vitamin A berwarna merah. (A-136) **


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Selasa 03 Februari 2009

 

Slide


riceterraces.jpg

Berita Lain