Home Di Media Ahmad Heryawan di Media JAWA BARAT FOKUS KEMBANGKAN SMK
JAWA BARAT FOKUS KEMBANGKAN SMK PDF Print E-mail
Thursday, 29 January 2009 09:23

Bandung (Sindo) – Provinsi Jawa Barat akan fokus pada pengembangan serta berdirinya sekolah menengah kejuruan (SMA) dibanding sekolah menengah atas (SMA). Ke depannya, pertumbuhan SMK ditarget lebih dominan dibanding SMA.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan,saat ini pertumbuhan SMK dan SMA sangat jomplang. Komposisi SMK dengan SMA ADALAH 30:70. ”Ke depan kita ubah agar terbalik SMK 70 % dan SMA tinggal 30% saja,” kata Heryawan saat berbicara di Kampus Unpad belum lama ini.

Menurutnya, salah satu solusi mengatasi angka pengangguran di Jabar yang cukup tinggi adalah melalui pengembangan SMK-SMK di daerah- daerah. Secara teori, lulusan SMK jauh lebih siap bekerja mandiri dibanding lulusan SMA karena mereka dibekali berbagai keterampilan.

Diakuinya, anggaran pendidikan yang dialokasikan 20% akan dipergunakan sebaik- baiknya agar tepat sasaran guna meningkatkan dunia pendidikan Jabar. Pihaknya telah memasang target dari semula Wajib Belajar (Wajar) Sembilan Tahun tuntas sampai 2010, diharapkan meningkat lagi menjadi wajib belajar 12 tahun.

”Kita harapkan pada 2012 wajar 12 tahun sudah bisa dilaksanakan di Jabar,”katanya serius. Salah satu caranya dengan mendorong masyarakat agar menyekolahkan anak-anaknya hingga tingkat SMK. Dengan mengubahmindsetmasyarakat kecenderungan untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah umum menjadi ke sekolah kejuruan itu diharapkan secara bertahap akan timbul kesadaran masyarakat untuk bisa lebih mandiri dan menciptakan lapangan kerja sendiri.

”Jadi tidak bergantung pada ketersediaan lapangan kerja, namun bisa menciptakan lapangan kerja sendiri sehingga angka pencari kerja dapat ditekan,”ungkap Heryawan. Kepala Dinas Pendidikan Jabar Mohammad Wahyudin Zarkazy menyebutkan,pihaknya optimistis jika perkembangan jumlah SMK di Jabar hingga 2012 sudah mampu melebihi dibanding jumlah SMA.

”Tahun ini tepatnya pertengahan tahun nanti kita targetkan komposisi jumlah SMK dan SMA sama 50:50,”katanya. Saat ini dari data Disdik Jabar tercatat jumlah SMA baik negeri dan swasta sebanyak 1.198 buah dan jumlah SMK swasta dan negeri mencapai 1120 sekolah tersebar di 26 kabupaten/kota. Atau jika diprosentase jumlah SMK saat ini sebanyak 51,7% sedangkan SMA mencapai 58,3 %. (rohmat)


Sumber: Seputar Indonesia, Kamis 29 Januari 2009

 

Slide


priangan.jpg

Berita Lain