|
|
|
GUBERNUR JABAR DORONG INVESTASI AUSTRIA DI JAWA BARAT |
|
|
|
|
Friday, 12 March 2010 13:56 |
| | Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyambut baik rencana pengembangan investasi Negara Austria di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Hal itu ditegaskannya saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Austria di Indonesia H.E. Dr. Klaus Wolfer beserta delegasi di Gedung Negara Pakuan, Bandung, Jumat (12/3) pagi. Gubernur didampingi Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Wawan Ridwan dan Kepala Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Jawa Barat Agus Gustiar.
Menurut Wolfer, saat ini nilai investasi Austria di Jawa Barat mencapai US$ 150 juta dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 2000 orang yang semuanya berasal dari penduduk sekitar Purwakarta dan Cikarang. Suasana keamanan dan kepastian hukum yang kondusif, mendorong Austria berencana mengembangkan lagi investasinya di Jawa Barat. “Jawa Barat merupakan kawasan yang penting dan strategis sebagai daerah pengembangan industri sekaligus wilayah yang berdekatan dengan Ibukota Negara. Dan kami sudah 25 tahun sejak tahun 1985 berinvestasi di Jawa Barat,” ujarnya.
|
|
Read more...
|
|
NETTY HERYAWAN TERJUNKAN GURU PRIVAT KE BALEENDAH |
|
|
|
|
Thursday, 11 March 2010 16:09 |
| | Netty Heryawan selaku Ketua Pembina Yayasan Satu Untuk Jabar Menyerahkan Bantuan Buku-buku dan sarana penunjang belajar kepada siswa-siswi SDN Mekarsari dan SDN Andir kec. Baleendah yang terkena Banjir dan terpaksa belajar di UPTD sanggar kegiatan belajar Jl. RAA Wiranatakusumah Baleendah Kabupaten Bandung. Rabu 10/3/2010 | Bandung - Jelang Ujian Negara (UN), istri Gubernur Jawa Barat Netty Heryawan merasa prihatin melihat kondisi anak-anak korban banjir di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Karena itu, Netty mengunjungi siswa-siswi SD Negeri Mekarsari dan SD Negeri Andir, Rabu (10/3/2010).
Pada kesempatan tersebut, Netty membawa rombongan relawan guru privat dari Yayasan Satu Untuk Jabar guna membantu belajar anak-anak menghadapi UN yang akan digelar mulai 22 Maret untuk tingkat SLTA.
|
|
Read more...
|
|
CANANGKAN PROYEK INFRASTRUKTUR RATUSAN MILIAR DI BEKASI |
|
|
|
|
Wednesday, 10 March 2010 13:44 |
|
Gubernur Tekankan Kualitas dan Usia Infrastruktur
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta para pelaksana pembangunan infrastruktur untuk menghadirkan bangunan dengan kualitas baik serta mampu bertahan lama hingga ratusan tahun. Untuk itu dibutuhkan keseriusan, profesionalisme dan kejujuran saat mendirikan sebuah infrastruktur. Diharapkan hasil karya saat ini mampu dinikmati hingga cucu dan cicit di kemudian hari. Jangan sampai hasil karya pembangunan infrastruktur hanya mampu dinikmati sesaat saja.
“Membangun karya infrastuktur haruslah memiliki kemampuan untuk bertahan lama. Sehingga menjadi sebuah kebanggaan di hadapan cucu kita kelak. Apalagi bila pembangunan dilaksanakan secara baik, profesional dan jujur,” hal itu ditegaskan Heryawan usai mencanangkan dan meresmikan sejumlah proyek infrastruktur bernilai ratusan miliar di Kota Bekasi, Rabu (10/3) siang. Pada kesempatan itu, Gubernur didampingi Walikota Bekasi Mochtar Mohamad dan jajaran Muspida Provinsi dan Kota Bekasi.
|
|
Read more...
|
|
GUBERNUR, "JABAR SIAP JADI TUAN RUMAH PON XIX" |
|
|
|
|
Wednesday, 10 March 2010 07:49 |
|
Bandung, (PR).- Gubernur Jabar Ahmad Heryawan kembali menegaskan Jabar siap menjadi tuan rumah PON XIX/2016. Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat menerima Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Tuan Rumah PON XIX/2016 KONI Pusat di Gedung Pakuan, Jln. Oto Iskandardinata, Kota Bandung, Selasa (9/3) malam.
Rombongan Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Tuan Rumah PON XIX/2016 KONI Pusat yang beranggotakan sepuluh orang, dipimpin Wakil Ketua Umum II KONI Pusat Sri Sudono Sumarto.
|
|
Read more...
|
|
PENATAAN CITARUM HARUS DARI HULU |
|
|
|
|
Wednesday, 10 March 2010 07:22 |
|
Bandung(SI) – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan,pembenahan dan penataan Sungai Citarum untuk penanganan banjir Bandung Selatan harus dilakukan secara menyeluruh.
Namun pada kenyataannya,dalam penataan tahap awal, pemerintah pusat lebih memprioritaskan kawasan lain,bukan kawasan hulu. Untuk diketahui,Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menganggarkan Rp35 triliun untuk menata kawasan Sungai Citarum.Penataan dibatasi selama 15 tahun.Dana tersebut digunakan untuk pengerukan,relokasi, penataan ruang,dan lainnya.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 1 of 109 |